Pasar Legendaris Asemka Makin Sepi Pengunjung
JAKARTA, investortrust.id - Salah satu pasar legendaris di Jakarta, Asemka, makin sepi pengunjung. Pasar grosir tradisional yang berjaya dua dekade lalu itu kehilangan pamor karena kalah bersaing dengan penjualan daring di e-commerce dan marketplace.
Berdasarkan pantauan investortrust.id, sejumlah gerai tampak sepi, beberapa di antaranya bahkan nihil pengunjung. Padahal, pada era keemasannya 20-30 tahun silam, Pasar Asemka tak pernah sepi pembeli.
Pasar yang berlokasi di Jl Asemka, Kelurahan Pinangsia, Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat ini merupakan sentra penjualangosir berbagai produk, dari mulai aksesoris mode, kosmetik, mainan anak-anak, alat tulis, suvenir, hingga cendera mata.
Baca Juga
Saat Pasar Asemka masih berjaya, pembelinya bukan hanya berasal dari Jakarta, tapi juga dari berbagai daerah lain di Indonesia, bahkan darinegara lain, terutama negara-negara tetangga.
"Pengunjung makin turun dari waktu ke waktu. Contohnya toko di depan kita ini. Biasanya ramai sekali, sekarang sepi," tutur Syaiful, juru parkir di Pasar Asemka, saat ditemui investortrust.id di lokasi, akhir pekan lalu.
Tak Lagi Favorit
Menurut Syaiful, maraknya e-commerce dan marketplace membuat Pasar Asemka tak lagi menjadi tempat favorit berbelanja aksesoris mode, kosmetik, mainan anak-anak, alat tulis, suvenir, atau cendera mata. Kondisi itu diperparah oleh cuaca terik yang berlangsung dalam beberapa bulan terakhir.
"Penurunan yang cukup parah ini terjadi sejak Agustus lalu. Ya, boleh dibilang cuaca juga ikut berpengaruh. Belum lagi TikTok Shop (sebelum ditutup)," papar Syaiful.
Baca Juga
Mendag Kunjungi Pasar Tanah Abang di Hari Libur, Diskusi Sepinya Pembeli Lantaran TikTok
Asep, pedagang jam tangan di Pasar Asemka, juga mengeluhkan hal yang sama. "Ya, sepi pengunjung, Pak. Kalau dulu istilahnya pengunjung nyari kami, sekarang mah kebalik, kami yang nyari pengunjung, itu aja susah," ujar Asep.
Pria yang mengaku telah berjualan lebih dari 20 tahun di Pasar Asemka ini juga mengakui, salah satu faktor yang menyebabkan Pasar Asemka sepi pembeli adalah maraknyakehadiran toko online atau e-commerce dan marketplace.
Asep berharap pemerintah segera turun tangan agar Pasar Asemka bisa bangkit lagi seperti dulu. "Kalau soal wacana relokasi atau penyegaran sih saya belum pernah mendengar. Cuma saya berharap yang berkepentingan mau turun tangan, supaya Pasar Asemka bisa seperti dulu lagi," tandas Asep. (CR-1)

