Wall Street Tertekan Saham Oracle, Investor Tunggu Rilis Data Inflasi
NEW YORK, investortrust.id – Pasar saham AS melemah pada Selasa waktu AS atau Rabu (11/12/2024) WIB. Ketiga indeks utama, S&P 500, Nasdaq dan Dow Jones, turun sekitar 0,3%. Para trader menunggu data inflasi AS yang akan dirilis pekan ini.
Baca Juga
Wall Street Rontok Tertekan Saham Teknologi, Dow Jones Anjlok Lebih dari 200 Poin
Indeks S&P 500 dan Nasdaq Composite keduanya turun 0,3%, sedangkan Dow Jones Industrial Average melemah 154,10 atau 0,35% menjadi 44.247,83.
Saham Oracle merosot hampir 7% setelah perusahaan perangkat lunak database tersebut membukukan hasil fiskal kuartal kedua yang meleset dari perkiraan Wall Street. Sahamnya telah melonjak sekitar 67% tahun ini.
″[Pasar] telah menyempit selama seminggu terakhir,” kata kepala strategi investasi CFRA Research, Sam Stovall kepada CNBC. Investor sedang menunggu untuk melihat apakah ini merupakan penurunan musiman yang biasa terjadi pada pertengahan Desember. “Saya pikir [mereka] memperkirakan partisipasi akan meluas lagi karena pasar memang sedang mengalami lonjakan akhir tahun,” katanya.
Saham Alphabet menjadi motor utama sesi ini, naik sekitar 5%, berkat Google yang membuat terobosan besar dalam komputasi kuantum dengan peluncuran chip barunya. Hal ini menjadikan keuntungan year-to-date lebih dari 31%.
Ini merupakan kelanjutan dari penurunan indeks Wall Street setelah rata-rata indeks utama turun pada hari Senin. S&P 500 dan Nasdaq Composite melemah sekitar 0,6%, turun dari rekor terbaru karena tertekan saham Nvidia.
Saham raksasa chip tersebut turun lebih dari 3% pada hari Selasa, memperpanjang kerugian lebih dari 2% yang terlihat pada sesi sebelumnya setelah regulator Tiongkok mengatakan pihaknya sedang menyelidiki perusahaan tersebut karena kemungkinan melanggar undang-undang antimonopoli negara tersebut.
Sebaliknya, Meta Platforms – yang juga mengalami kerugian di sesi sebelumnya – sedikit lebih tinggi pada hari Selasa.
Investor tengah menunggu laporan Indeks Harga Konsumen (CPI) AS yang akan dirilis Rabu. Data ini berpotensi memengaruhi keputusan suku bunga Federal Reserve pada pertemuan 17-18 Desember mendatang.
Baca Juga
Pasar Perkirakan Suku Bunga Turun 25 Bps, Powell : The Fed Masih Berhati-hati
Ekonom yang disurvei Dow Jones memperkirakan inflasi utama naik 0,3% pada November. Inflasi tahunan diperkirakan meningkat sebesar 2,7%.
Data ini menjadi penentu langkah The Fed, apakah akan mempertahankan suku bunga atau mengambil langkah penyesuaian lainnya, di tengah reli pasar akhir tahun yang melambat.

