Pasar Saham AS Tumbang, Nvidia dan Oracle Tekan Indeks Wall Street
Poin Penting
- S&P 500 turun 0,28%, Nasdaq terkoreksi 0,34%, Dow Jones melemah 0,37%.
- Nvidia dan Oracle kembali tertekan, aksi jual saham AI berlanjut.
- Intel melonjak 6% berkat rumor investasi Apple.
- Pasar menunggu data PCE inflasi dan cemas risiko shutdown pemerintah.
NEW YORK, investortrust.id – Pasar saham AS ditutup melemah pada Rabu waktu AS atau Kamis (25/9/2025) WIB, dipimpin penurunan saham teknologi berbasis kecerdasan buatan. Aksi jual saham Nvidia dan Oracle menekan indeks utama, memperpanjang koreksi yang sudah terjadi sehari sebelumnya.
Baca Juga
Powell Soroti Tingginya Valuasi Saham, Wall Street Tutup di Zona Merah
Indeks pasar S&P 500 turun 0,28% menjadi 6.637,97, sementara Nasdaq Composite melemah 0,34% menjadi 22.497,86. Dow Jones Industrial Average turun 171,50 poin, atau 0,37%, menjadi 46.121,28.
Nvidia turun hampir 1%, melanjutkan penurunan dari Selasa di tengah meningkatnya kekhawatiran tentang potensi sifat sirkular industri AI yang memicu skeptisisme investor. Awal pekan ini, perusahaan chip itu mengumumkan kemitraan senilai 100 miliar dolar dengan OpenAI. Pemain AI terkemuka lainnya, Oracle, juga turun untuk hari kedua berturut-turut, kehilangan hampir 2% pada Rabu.
Kerugian Nasdaq menyempit menjelang penutupan seiring saham Intel melonjak lebih dari 6% setelah Bloomberg, mengutip sumber yang mengetahui masalah tersebut, melaporkan bahwa perusahaan chip itu sedang mencari investasi dari Apple. Hal ini terjadi hanya beberapa hari setelah Nvidia mengatakan akan menginvestasikan 5 miliar dolar di perusahaan tersebut.
Di luar itu, saham Micron Technology turun hampir 3% karena laporan laba dan proyeksinya tidak cukup kuat untuk menarik investor, menandakan bahwa kepercayaan pada perdagangan AI masih dipertanyakan.
S&P 500 ditutup melemah pada Selasa, memutus tren kenaikan tiga hari, akibat kekhawatiran perdagangan AI. Indeks itu sempat mencapai rekor tertinggi intraday baru pada sesi tersebut dan mencatat penutupan rekor pada Senin. Nasdaq yang sarat saham teknologi juga melemah, terbebani Nvidia.
Para trader mungkin melakukan profit-taking di tengah valuasi pasar yang tinggi, yang disoroti Ketua Federal Reserve Jerome Powell pada konferensi pers Selasa.
Baca Juga
Powell Soroti Tingginya Valuasi Saham, Wall Street Tutup di Zona Merah
“Saham teknologi mungkin nilainya sudah terlalu tinggi,” ujar Jay Hatfield, CEO Infrastructure Capital Advisors, kepada CNBC. “Tidak ada alasan nyata untuk bersikap bullish. Saya tidak akan mengatakan, ‘Oh, tidak ada yang akan menggunakan AI dan dunia akan berakhir,’ tetapi ini jelas soal valuasi,” tambahnya.
Hatfield memperkirakan hal ini bisa berlangsung beberapa hari, seraya menyoroti kelemahan musiman. Sejauh ini, S&P 500 masih hampir 3% lebih tinggi pada bulan ini, jauh di atas rata-rata penurunan September sebesar 4,2% dalam lima tahun terakhir.
Trader juga berhati-hati menjelang data klaim pengangguran pada Kamis dan data inflasi PCE pada Jumat. Mereka juga mencermati perkembangan terkait potensi penutupan pemerintah.
Presiden Donald Trump telah membatalkan pertemuan yang dijadwalkan pekan ini dengan Pemimpin Minoritas Senat Chuck Schumer dan Pemimpin Minoritas DPR Hakeem Jeffries yang bisa saja mencegah penutupan sebelum tenggat 30 September.

