Ngeri, Banjir Bandang Di Spanyol Tewaskan Sedikitnya 158 Orang dan Puluhan Masih Hilang
JAKARTA, Investortrust.id – Spanyol didera bencana alam banjir bandang terburuk dalam sejarah Spanyol seratus tahun terakhir. Setidaknya sebanyak 158 orang tewas dalam peristiwa yang terjadi pada Selasa malam hingga Rabu pagi (29-30 Oktober 2024).
Diberitakan Skynews, Kamis (31/10/2024), tim tanggap darurat Spanyol masih terus mencari korban tewas di dalam mobil-mobil yang hanyut terbawa banjir, serta di dalam bangunan yang terdampak.
Pemandangan kehancuran masih tersisa setelah banjir besar melanda bagian timur Spanyol. Mobil-mobil bertumpuk, rumah-rumah dan tempat usaha hanyut, pohon-pohon tumbang, dan jalan serta jembatan tidak dapat dikenali lagi.
Setidaknya 92 orang tewas di wilayah Valencia, wilayah terparah terkena dampak banjir bandang. Korban tewas juga dilaporkan di Castilla La Mancha dan Andalusia Selatan. Sementara sejumlah orang masih belum diketahui nasibnya dan dinyatakan hilang.
“Ada sejumlah korban tewas di dalam kendaraan mereka,” kata Menteri Transportasi Spanyol Oscar Puente dikutip Skynews.
Baca Juga
Bertambah, Korban Meninggal Akibat Banjir Bandang di Sumbar Capai 50 Orang
Dalam sebuah rekaman video dari sebuah flat di Valencia, digambarkan secara kronologis jam-jam saat jelang banjir bandang dengan tiupan angin kencang, dan sejumlah warga berusaha keluar dari kediamannya dengan kendaraan mereka masing-masing. Beberapa saat berikutnya antrian kendaraan memanjang di sejumlah ruas jalan, dengan mobil-mobil yang ditumpangi penduduk yang berusaha mengungsi.
Tragis, beberapa saat kemudian jalan-jalan mulai digenangi air, dan tak lama kemudian genangan air meninggi, dan berubah menjadi aliran banjir bandang yang menghanyutkan puluhan, atau mungkin ratusan mobil yang masih terdampar di tengah jalan.
Di distrik La Torre, Valencia, sembilan jenazah ditemukan di dalam garasi, dengan seorang petugas kepolisian setempat termasuk di antara korban yang ditemukan.
Luis Sanchez, seorang tukang las, mengatakan dia telah berhasil menyelamatkan beberapa orang dari banjir yang mengalir melalui jalan raya V-31 di selatan kota Valencia. "Saya melihat mayat-mayat mengambang. Saya berteriak, tapi tidak ada (respons) apa-apa," kata Sanchez.
Sementara itu sebuah citra satelit dari NASA menunjukkan parahnya dampak banjir terhadap Valencia dan kota-kota sekitarnya. Gambar yang diambil pada tanggal 30 Oktober, menunjukkan sebagian besar wilayah di selatan kota terendam air banjir.
Sungai Turia, yang mengalir melalui kota, dapat dilihat dari ketinggian yang jauh lebih tinggi.
Pobles del Sud, sebuah danau besar di dekatnya, meluap. Sebagian besar wilayah di sekitar danau tertutup air banjir.
Kehancuran terparah akibat banjir terjadi di Paiporta, sebuah kota yang bersebelahan dengan Valencia, dengan korban tewas yang ditemukan sejauh ini mencapai 62 orang.
Walikota Paiporta, Maribel Albalat kepada RTVE menyampaikan, pihak tim pencari menemukan banyak lansia di pusat kota, dan sebagian dari mereka tengah mencoba masuk ke kendaraan mereka di garasi untuk mengungsi. “Itu benar-benar sebuah jebakan (yang mematikan)," kata Maribel.

