Penerus Pimpinan Hizbullah Hasan Nasrallah Menghilang, Benar Tewas dalam Serangan Israel?
JAKARTA,Investortrust.id - Hashem Safieddine, calon penerus pimpinan Hizbullah yang terbunuh, Sayyed Hassan Nasrallah, diberitakan tidak dapat dihubungi sejak 4 Oktober ketika sebuah serangan udara Israel disebut-sebut menargetkan Safieddine.
Diberitakan Reuters, dengan mengutip seorang sumber keamanan di Lebanon, Jumat (5/10/2024), Hashem Safieddinetak bisa dihubungi setelah serangan Israel pada 4 Oktober di Dahiyeh, kawasan perumahan di pinggiran kota dan markas Hizbullah di Beirut selatan. Serangan juga telah menghalangi para petugas penyelamat untuk menjelajahi lokasi.
Hizbullah sejauh ini belum memberikan komentar mengenai Safieddine sejak serangan itu, demikian dilaporkan Straitstimes, Sabtu (6/10/2024).
Hilangnya penerus Nasrallah ini disebutkan menjadi pukulan bagi Hizbullah dan negara pelindungnya, Iran.
Sebelumnya dari pihak Israel, disampaikan Letnan Kolonel Nadav Shoshani bahwa militer Israel masih mempelajari hasil serangan udara malam hari di 3 Oktober, yang menargetkan markas intelijen Hizbullah.
Baca Juga
Ratusan WNI Ogah Dievakuasi dari Lebanon, Kemlu Ungkap Alasannya
Dalam serangannya melawan kelompok Lebanon yang didukung Iran, Israel melakukan serangan besar-besaran di pinggiran selatan Beirut pada akhir 3 Oktober yang menurutdisebut-sebut menargetkan Hashem Safieddine di bunker bawah tanah.
Sumber keamanan Lebanon dan dua sumber keamanan Lebanon lainnya mengatakan bahwa serangan Israel sejak 4 Oktober di Dahiyeh, kawasan perumahan di pinggiran kota dan markas Hizbullah di Beirut selatan, telah menghalangi petugas penyelamat untuk menjelajahi lokasi serangan.
Hizbullah sejauh ini belum memberikan komentar mengenai keberadaan Safieddine sejak serangan itu.
Letnan Kolonel Israel Nadav Shoshani mengatakan pada 4 Oktober bahwa militer masih menilai serangan udara malam hari pada 3 Oktober, yang menurutnya menargetkan markas intelijen Hizbullah.
Hilangnya penerus Nasrallah akan menjadi pukulan lain bagi Hizbullah dan pelindungnya, Iran. Serangan Israel di wilayah tersebut pada tahun lalu, yang meningkat tajam dalam beberapa minggu terakhir, telah menghancurkan kepemimpinan Hizbullah.
Sementara itu sejumlah media massa telah secara verbal memberitakan bahwa Safieddine telah tewas dalam serangan di Dahiyeh.
Israel memperluas konfliknya di Lebanon pada 5 Oktober dengan serangan pertamanya di kota utara Tripoli, setelah lebih banyak menyerang pinggiran kota Beirut.
Israel telah memulai kampanye pengeboman intensif di Lebanon dan mengirim pasukan melintasi perbatasan dalam beberapa pekan terakhir setelah hampir setahun terlibat baku tembak dengan Hizbullah. Pertempuran sebelumnya sebagian besar hanya terjadi di wilayah perbatasan Israel-Lebanon, yang kembali memanas berbarengan dengan perang Israel - Hamas di Gaza.
