BIAS 2024, Ambisi Indonesia Jadi Pemain Global di Industri Aviasi
BADUNG, investortrust.id – Sebagai negara kepulauan, dengan jumlah pulau lebih dari 17 ribu, Indonesia membutuhkan dukungan industri penerbangan yang kuat dan mumpuni. Baik untuk kepentingan konektivitas, maupun pertahanan. Tak heran, bila Pemerintah memberi perhatian penting pada pengembangan industri aviasi. Salah satunya, tercermin pada penyelenggaraan Bali International Air Show (BIAS) 2024 di Bandara Ngurah Rai Bali.
Baca Juga
48 Negara Berpartisipasi di Ajang Bali International Air Show 2024
Setidaknya, ada tiga misi yang melekat pada hajatan bertaraf inernasional ini. Pertama, menunjukkan peran penting industri aviasi dan pertahanan dirgantara bagi Indonesia. Kedua, menjadi ajang pertunjukan kekuatan Indonesia dalam kedirgantaraan. Ketiga, menjadi ajang komunikasi dan bisnis bagi para stake holders di industri aviasi global.
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menkomarves) Luhut Binsar Pandjaitan menilai gelaran Bali International Airshow (BIAS) 2024 mencerminkan kekuatan Indonesia di industri dirgantara global. “BIAS 2024 dan pertunjukan dirgantara ini menunjukkan kekuatan kami untuk bersaing dan menjadi pemain global terkemuka di industri dirgantara. Saya menggarisbawahi upaya kami untuk memetakan masa depan sektor penerbangan yang lebih cerah dan berkelanjutan,” kata Luhut saat membuka BIAS 2024, Rabu (18/9/2024).
Penyelenggaraan pameran kedirgantaraan bertaraf internasional di Pulau Dewata ini merupakan momentum bersejarah, setelah sempat absen 28 tahun. “Ini merupakan momentum bersejarah. Merupakan titik balik strategis bagi kedirgantaraan Indonesia. Kami sangat bangga menyaksikan reputasi dan kemajuan Indonesia, penerbangan Indonesia, industri dirgantara, produk-produk berkualitas tinggi ditampilkan di pameran ini,” papar Luhut.
Kehadiran 100 perusahaan dirgantara global ke Bali International Airshow 2024 menunjukkan bahwa ajang kali ini lebih dari sekadar pameran.
Pesawat N219 karya PT Dirgantara Indonesia dan pesawat nir awak canggih dari PT LEN menjadi salah satu contoh kemampuan Indonesia bersaing di industri ini.
“Kemajuan ini merupakan bukti komitmen pemerintah Indonesia untuk mempromosikan konten lokal di seluruh industri, memastikan bahwa inovasi kami tidak hanya berkelas dunia, namun juga berakar pada keahlian dan sumber daya dalam negeri,” kata Luhut.
Pemerintah menyadari sektor penerbangan pendorong utama kemajuan perekonomian dan sosial. Sebagai negara kepulauan, Indonesia telah melakukan investasi di bidang penerbangan untuk menjamin konektivitas tanpa batas, mengembangkan kualitas barang dan jasa, meningkatkan sektor pariwisata dan mendorong pertumbuhan ekonomi.
Sebagai negara dengan posisi geopolitik yang strategis, kekuatan industri dirgantara juga dinilai menentukan kesiapan pertahanan udara dalam menjaga kedaulatan stabilitas regional.
Bali International Airshow, menurut Luhut, adalah kesempatan bagi Indonesia dan mitra strategis untuk memberikan dukungan, kolaborasi dan kemitraan. Diyakini, forum pameran dan dialog di ajang ini akan memainkan peran penting dalam industri penerbangan Indonesia dan kawasan.
Partisipasi Pemain Global
Dikatakan, ajang BIAS 2024 mendapat dukungan cukup positif dari kalangan internasional. Adanya partisipasi internasional mendukung ambisi strategis Indonesia untuk menjadi pemain penting di kawasan Asia Pasifik. BIAS 2024 dihadiri oleh 48 negara, termasuk delegasi tuan rumah, pengunjung bisnis, dan peserta pameran serta partisipasi dari 100 perusahaan.
Baca Juga
Indonesia Siap Jadi Tuan Rumah Bali International Airshow 2024
Sejumlah perusahaan global juga berpartisipasi dalam ajang pameran. Airbus, Bell Helicopters, Boeing, Brahmos, Dassault Aviation, Embraer, Leonardo (diwakili oleh Helitech Asia - distributor Asia-Pac). Selain itu, juga Garuda Group, Lion Air, MBDA, PT Dirgantara Indonesia, Textron Aviation, dan Thales.
Andy Wismarsyah, CEO PT Inaro Tujuh Belas menuturkan, kehadiran para delegasi di Bali Airshow menunjukkan kemajuan signifikan yang telah dicapai Indonesia di industri penerbangan dan kedirgantaraan. Indonesia muncul sebagai pusat yang sedang berkembang untuk sektor kedirgantaraan dan pertahanan. “Kami percaya bahwa dengan menyelenggarakan pameran udara ini akan menciptakan efek berganda, mulai dari industri penerbangan itu sendiri hingga industri pariwisata dan MICE. Nantinya, mampu membuka peluang dan mendorong kontribusi ekonomi,” kata Andy.
