Jadi Bengkel Pesawat Hercules Asia, Kertajati Diproyeksikan Jadi Motor Baru Industri Aviasi
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Pemerintah membidik Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati menjadi hub aviasi dan logistik nasional, termasuk pusat maintenance, repair and overhaul (MRO) pesawat C-130/Hercules di kawasan Asia.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Lukman F Laisa mengatakan, pemerintah memandang BIJB Kertajati sebagai infrastruktur strategis nasional yang memiliki peran penting dalam mendukung konektivitas transportasi udara, logistik nasional, serta pengembangan industri aviasi.
Baca Juga
AHY 'Groundbreaking' Aerospace Park dan Hanggar MRO di Bandara Kertajati
“Pemerintah memandang BIJB Kertajati sebagai salah satu infrastruktur strategis nasional yang memiliki peran penting dalam mendukung pengembangan konektivitas transportasi udara, logistik nasional, industri aviasi, serta penguatan ekosistem ekonomi kawasan Jawa Barat dan Indonesia bagian barat,” kata Lukman dalam keterangan pers yang diterima investortrust.id, Senin (25/5/2026).
Menurut dia, BIJB Kertajati memiliki kapasitas besar untuk dikembangkan sebagai hub penerbangan penumpang, pusat logistik dan kargo udara, hingga pusat pemeliharaan pesawat.
“BIJB Kertajati memiliki kapasitas dan potensi pengembangan yang sangat besar, baik sebagai hub penerbangan penumpang, pusat logistik dan kargo udara, pusat pemeliharaan pesawat (MRO), maupun sebagai bagian implementasi konsep multi-airport system kawasan Jakarta dan Jawa Barat,” tambah Lukman.
Lukman menuturkan, pihaknya terus mendorong pengembangan BIJB Kertajati agar terintegrasi dengan industri aviasi nasional, termasuk potensi pengembangan MRO sipil dan pertahanan.
“Direktorat Jenderal Perhubungan Udara terus mendorong pengembangan BIJB Kertajati agar dapat terintegrasi dengan pengembangan industri aviasi nasional, termasuk potensi pengembangan MRO sipil dan pertahanan guna meningkatkan kemandirian sektor penerbangan Indonesia,” tegas dia.
Sebelumnya, Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin mengungkapkan, Pemerintah Amerika Serikat menawarkan Indonesia menjadi pusat pemeliharaan pesawat Hercules di Asia.
“Dia menawarkan, dan ini tidak ada di negara ASEAN. Dia menawarkan, ‘bagaimana kalau pemeliharaan C130 di seluruh Asia saya pusatkan di Indonesia atas biaya kami?’ Saya lapor (ke) Bapak Presiden, ‘kasih Kertajati’. Nah kita sedang bekerja untuk itu,” kata Sjafrie dalam rapat bersama Komisi I DPR di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (19/5/2026).
Secara terpisah, Kepala Biro Informasi Pertahanan Setjen Kementerian Pertahanan, Rico Ricardo Sirait mengatakan, pengembangan fasilitas MRO Hercules di Kertajati akan dilakukan secara bertahap.
“Pengembangannya dilakukan secara bertahap dan diarahkan untuk mendukung Indonesia sebagai hub pemeliharaan Hercules di kawasan, sejalan dengan upaya penguatan kemandirian industri pertahanan dan dukungan logistik penerbangan strategis nasional,” ujar Rico kepada awak media, Senin (25/5/2026).
Baca Juga
Bandara Kertajati Disiapkan Jadi Bengkel Hercules se-Asia, Pemerintah Sebut Dampak Ekonomi Baru
Sementara itu, Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi memastikan kapasitas lahan di Kertajati masih mencukupi untuk pengembangan fasilitas MRO. “Lahan Kertajati masih cukup memadai kok (untuk fasilitas MRO Hercules, red),” kata Dudy.
Ia menyebutkan, pengembangan MRO di Kertajati juga mencakup armada lain, termasuk helikopter. Salah satu proyek yang tengah disiapkan ialah pembangunan fasilitas MRO helikopter oleh Garuda Maintenance Facility Aero Asia di kawasan Kertajati.

