Wall Street Ambles, Tiga Indeks Utama Terperosok Lebih dari 1%
NEW YORK, Investortrust.id – Pasar saham Amerika Serikat ambles. Tiga indeks utama mencatatkan penurunan tajam, lebih dari 1%.
Baca Juga
Wall Street Jatuh Merespons Sinyal The Fed, Nasdaq Anjlok 1,5%
Pada perdagangan Kamis waktu setempat atau Jumat (22/9/2023), indeks Dow Jones anjlok 370,46 poin atau 1,08% menjadi 34.070,42. Sedangkan S&P 500 turun 72,2 poin atau 1,64% menjadi 4.330, dan Nasdaq merosot 245,14 poin atau 1,82% menjadi 13.223,98.
Dalam catatan mingguan, indeks S&P 500 dan Nasdaq Composite yang padat teknologi masing-masing turun 2,7% dan 3,5% minggu ini, berada di jalur minggu terburuk sejak Maret dan minggu negatif ketiga berturut-turut. Indeks Dow Jones telah merosot 1,6%.
Imbal hasil obligasi melonjak setelah bank sentral memperkirakan satu kali kenaikan suku bunga lagi pada tahun 2023. Imbal hasil obligasi pemerintah bertenor 10 tahun yang menjadi acuan naik 15 basis poin hingga mencapai level tertinggi 4,498%, yang merupakan level tertinggi sejak tahun 2007. Sementara itu, imbal hasil obligasi bertenor 2 tahun mencapai 5,2% , menyentuh level tertinggi sejak 2006.
Investor juga menjadi khawatir terhadap penutupan pemerintah, yang dapat mengurangi kepercayaan konsumen dan semakin memperlambat perekonomian. Para pemimpin Partai Republik di DPR mengirim majelis ke masa reses pada hari Kamis.
Baca Juga
Gawat! Utang Pemerintah AS Tembus US$ 33 Triliun, US$ 8 Triliun Lebih Besar dari PDB
“Risk-off kembali terjadi karena pasar bergulat dengan sinyal ‘lebih tinggi untuk waktu yang lebih lama’,” kata George Goncalves, kepala strategi makro AS di MUFG, dalam sebuah catatan, seperti dikutip CNBC internasional..
“Penutupan yang lemah membuka kemungkinan kerugian lebih besar hingga akhir bulan, terutama dengan potensi penutupan pemerintah di masa depan.” Dalam periode tahun ini, merupakan musim paling fluktuatif untuk aset-aset berisiko.
Baca Juga
Indeks Utama Wall Street Terperosok Dipicu Kejatuhan Saham Teknologi
Saham Berjangka
Saham berjangka datar dalam perdagangan hari Kamis karena pasar siap untuk mengakhiri minggu ini dengan kerugian besar.
Kontrak berjangka Dow Jones Industrial Average sedikit berubah. S&P 500 berjangka dan Nasdaq 100 berjangka juga datar.
Aksi ini mengikuti penurunan tiga hari berturut-turut pada ketiga rata-rata saham karena investor bereaksi terhadap sinyal dari Federal Reserve yang bermaksud mempertahankan suku bunga lebih tinggi untuk jangka waktu lebih lama. Level yang tinggi ini dapat memberikan tekanan pada aset berisiko seperti ekuitas.

