Angka inflasi AS di September 2023 Bergeming di Angka 3,7%
JAKARTA, Investortrust.id - Angka inflasi di Amerika Serikat pada September 2023 tercatat tetap stabil di angka 3,7%, tidak mengalami perubahan dari bulan sebelumnya. Sementara inflasi inti terus mengalami penurunan secara stabil.
Biro Statistik Tenaga Kerja AS melaporkan Kamis (12/10/2023) inflasi intiyang tidak termasuk makanan dan energi, mengalami penurunan pada bulan keenam berturut-turut, turun dari 4,3% pada bulan Agustus menjadi 4,1% bulan September. Angka inflasi inti tersebut merupakan angka terendah sejak September 2021.
Sementara itu, biaya tempat tinggal terus menjadi pendorong utama inflasi, naik 0,6% sepanjang bulan dan menyumbang lebih dari setengah kenaikan harga secara keseluruhan.
Baca Juga
Pasar Dibayangi Data Inflasi AS, Cek Strategi Investasi Obligasi Pekan Ini
Untuk harga energi, setelah lonjakan pada bulan Agustus,di bulan September tampak kembali ke tingkat inflasi energi bulanan yang lebih rendah sebesar 1,5%, dibandingkan dengan angka 5,6% pada bulan sebelumnya.
Kontributor lain terhadap kenaikan harga disebutkan di antaranya asuransi kendaraan bermotor, rekreasi, perawatan pribadi, dan kendaraan bermotor baru. Sementara pakaian dan mobil dan truk bekas mengalami penurunan.
Richard Flynn, Managing Director Charles Schwab UK mengatakan, tidak turunnya angka inflasi kemungkinan besar akan membuat Bank Sentral The Fed kecewa. Bisa dimaklumi karena laporan serapan lapangan kerja yang dilansir pekan lalu menunjukkan bahwa pasar tenaga kerja AS masih cukup kuat.
Baca Juga
Lapangan Kerja AS Menguat, Signal Suku Bunga The Fed Tetap Tinggi
"Tentang bagaimana hal ini akan memengaruhi suku bunga, pada posisi saat ini, frase 'higher for longer’ tampaknya lebih penting ketimbang 'seberapa tinggi (kenaikan suku bunga, red),'" ujarnya dilansir Investmentweek.co.uk.
"Seberapa mungkin The Fed memilih untuk menaikkan suku bunga, (yang jelas) kita tidak akan melihat suku bunga turun di bawah level saat ini, selama ‘naga inflasi’ sulit untuk dijinakkan."
Sementara itu Lindsay Rosner, Kepala Investasi Pendapatan Tetap Multi-sektor di Goldman Sachs Asset Managementmengatakan, data inflasi yang dilansir mendukung argumen bahwa siklus kenaikan suku bunga mendekati akhirnya, yang telah didukung oleh pernyataan terbaru dari The Fed serta kondisi ketatnya finansial.
Baca Juga
"Inflasi tampaknya akan mengejutkan The Fed dengan penurunan pada tahun 2023. Hal ini meningkatkan keyakinanbahwa kebijakan moneter telah cukup ketat," katanya.
Dalam kesempatan terspisah Neil Birrell, CIO di Premier Miton Investorsmengatakan laporan inflasi terakhir sebelum pertemuan The Fed bulan ini seharusnya tidak terlalu merepotkan rapat dewan gubernur.
"Angka inflasi inti untuk bulan September sesuai yang telah diperkirakan, dan ini akan memungkinkan The Fed untuk melanjutkan kebijakannya secara hati-hati. Secara keseluruhan, ekonomi tetap kuat meskipun kebijakan yang lebih ketat, didukung oleh pasar tenaga kerja," katanya.

