Saham Eropa Menguat Jelang Pertemuan Bank Sentral, StanChart Terkerek 6%
LONDON, investortrust.id - Pasar saham Eropa ditutup lebih tinggi pada hari Selasa (30/7/2024). Laporan pendapatan perusahaan terus mendominasi aksi saham dan investor bersiap menghadapi keputusan bank sentral di AS dan Inggris.
Baca Juga
Saham Philips Melambung 14% Lebih Saat Bursa Eropa Terkoreksi
Dikutip dari CNBC, indeks pan-European Stoxx 600 ditutup menguat 0,53%, dengan sebagian besar sektor berada di wilayah positif. Saham konstruksi dan material bertambah 1,37%, sementara saham pertambangan merosot 1,22%.
Investor juga menghadapi rilis pendapatan terbaru di Eropa, termasuk raksasa minuman Diageo yang sempat anjlok sebanyak 10% pada hari Selasa. Ini merupakan penurunan penjualan pertamanya sejak tahun 2020. Produsen Johnnie Walker ini turun 4,9% pada penutupan.
Saham Standard Chartered (Stanchart) ditutup dengan kenaikan 6% setelah bank Inggris tersebut mengumumkan pembelian kembali saham terbesarnya, sebesar $1,5 miliar, dan menaikkan prospeknya dalam hasil setengah tahun.
Perusahaan minyak besar BP berakhir sedikit lebih rendah, membalikkan kenaikan sebelumnya. Perusahaan menaikkan dividennya karena mengalahkan perkiraan pendapatan kuartal kedua.
Dari sisi data, produk domestik bruto (PDB) zona euro pada kuartal kedua tercatat sebesar 0,3%, menurut pembacaan sekilas yang diterbitkan pada hari Selasa oleh kantor statistik Uni Eropa. Ekonom yang disurvei oleh Reuters memperkirakan kenaikan kuartalan sebesar 0,2%.
PDB kuartal pertama dikonfirmasi sebesar 0,3%, tidak berubah dari angka awal yang diumumkan pada awal tahun.
Di sisi lain, inflasi Jerman secara tak terduga naik, dengan indeks harga konsumen awal untuk bulan Juli sebesar 2,3% secara tahunan, sedikit di atas angka bulan Juni sebesar 2,2%, yang juga merupakan perkiraan untuk bulan Juli, menurut Reuters.
Perhatian juga tertuju pada pertemuan Federal Reserve pada bulan Juli yang berakhir pada hari Rabu, dengan perkiraan pasar mengindikasikan bahwa pertemuan ini mungkin merupakan pertemuan terakhir The Fed sebelum bank sentral mulai memangkas suku bunga.
Investor akan memantau dengan cermat narasi yang digunakan dalam komunikasi Fed setelah revisi “dot plot” berwawasan ke depan pada bulan Juni menjadi hanya satu pemotongan pada tahun ini.
The Fed akan diikuti oleh pertemuan kebijakan moneter Bank of England pada hari Kamis. Keputusan apakah akan menurunkan suku bunga atau mempertahankannya dipandang sulit meskipun inflasi Inggris berada pada target BOE sebesar 2% dua bulan terakhir.
Pasar Asia Pasifik sebagian besar ditutup lebih rendah pada hari Selasa ketika Bank of Japan memulai pertemuannya.
Baca Juga
Kabar Baik, The Fed Tak Akan Menunggu Sampai Inflasi 2% untuk Pangkas Suku Bunga

