Abaikan Ketegangan Israel-Hizbullah, Harga Minyak Mentah Jatuh Hampir 2%
NEW YORK, investortrust.id - Minyak mentah berjangka AS turun hampir 2% pada hari Senin (29/7/2024). Para trader tampaknya tidak terpengaruh oleh risiko meluasnya perang antara Israel dan milisi Hizbullah yang didukung Iran.
Baca Juga
Israel Tembaki Hizbullah Setelah Serangan Roket dari Lebanon
Sebuah roket yang ditembakkan dari Lebanon menewaskan 12 anak di Dataran Tinggi Golan yang diduduki Israel pada hari Sabtu. Israel menyalahkan Hizbullah atas serangan tersebut.
Kabinet keamanan Israel telah memberi wewenang kepada pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu untuk memutuskan bagaimana dan kapan harus menanggapi serangan roket tersebut.
Berikut harga energi penutupan hari Senin, dikutip dari CNBC:
• Kontrak West Texas Intermediate September: $75,81 per barel, turun $1,35, atau 1,75%. Harga minyak AS telah naik 5,8% ytd (year to date).
• Kontrak Brent bulan September: $79,78 per barel, turun $1,35, atau 1,66%.
• Kontrak RBOB Gasoline bulan Agustus: $2.41 per galon, turun 4 sen, atau 1.84%. Harga bensin naik 14.9% ytd.
• Kontrak Gas Alam bulan Agustus: $1,90 per seribu kaki kubik, turun 9 sen, atau 4,94%.
Ketegangan di Timur Tengah mendorong harga minyak naik pada musim semi ketika Israel dan Iran hampir berperang, namun reaksi pasar terhadap kejadian di kawasan tersebut tidak terlihat sejak saat itu karena tidak adanya gangguan nyata pada pasokan minyak.
“Pasar minyak sebagian besar telah memudarkan kisah perang di Timur Tengah setelah baku tembak antara Iran dan Israel pada bulan April gagal memicu konflik yang lebih luas atau membahayakan pasokan energi secara material,” jelas Helima Croft, kepala strategi komoditas global di RBC Capital Markets. Ia menjelaskan kepada klien dalam catatan hari Minggu.
Baca Juga
Dibayangi Kekhawatiran Permintaan China, Minyak Anjlok Lebih dari 1%

