Pengamat Sebut Ketegangan Iran–Israel Tidak Berpengaruh Signifikan pada Harga Minyak Mentah
JAKARTA, investortrust.id - Pendiri Haidar Alwi Institute (HAI), R Haidar Alwi menilai, harga minyak mentah yang sempat melonjak sebagai respons terhadap serangan Iran ke pangkalan militer Israel merupakan hal wajar dan diyakini tidak berkepanjangan.
Untuk itu menurut dia, terlalu dini bila serangan Iran ke Israeal dianggap dapat membuat harga minyak dunia bergerak menuju US$ 100 per barel.
‘’Untuk dapat mengambil keputusan yang tepat, lebih baik menunggu sampai harga menunjukkan tren sambil memantau perkembangan tertinggi,” ujarnya, dalam keterangan yang dikutip, Senin (15/4/2023).
Kenaikan harga minyak dunia, menurut Haidar, wajar terjadi pada awal perdagangan pekan ini, khususnya akibat serangan balasan yang dilancarkan Iran terhadap Israel.
Baca Juga
Didukung Faktor Ini, Indonesia bisa Kurangi Ketegangan Iran-Israel
‘’Yang terpenting adalah berapa lama lonjakan tersebut bertahan, tergantung pada respon Israel dan sekutunya, serta pertemuan virtual para pemimpin negara-negara G7,” katanya.
Ia berharap konflik antara kedua negara tidak meluas dan tidak mengganggu aktivitas di Selat Hormuz yang menjadi jalur perdagangan minyak terpenting di dunia. Karena, sekitar seperlima dari konsumsi minyak dunia melewati selat ini setiap harinya.
“Lonjakan harga minyak dunia tidak akan bertahan lama selama pasokan dari wilayah itu tidak terganggu secara signifikan,” terang Haidar.
Baca Juga
BKPM Tunggu Arahan Presiden Terkait Langkah Antisipasi Konflik Iran-Israel
Sementara itu, lanjut Haidar, Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden juga telah mengatakan langsung kepada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bahwa AS yang merupakan sekutu utama Israel tidak akan ikut serta bila Israel ke depannya membalas serangan Iran.
“Sejauh ini, kabar baiknya AS telah menyatakan komitmennya untuk meredam ketegangan dan mencegah konflik tidak meluas,” jelasnya.

