Mundurnya Biden dan Pemangkasan Bunga PBOC Tekan Pasar Asia
JAKARTA, investortrust.id - Pasar Asia-Pasifik melemah pada hari Senin (21/7/2024). Pemicunya, berita mundurnya Presiden AS Joe Biden dari pemilihan presiden dan pemangkasan suku bunga bank sentral Tiongkok.
Baca Juga
Presiden Biden pada Minggu mengumumkan pengunduran diri dari pencalonan presiden dan mendukung Wakil Presiden Kamala Harris sebagai calon dari Partai Demokrat.
Pada hari Senin, bank sentral Tiongkok (PBOC/The People’s Bank of China) secara tak terduga memangkas suku bunga, dengan tingkat pembelian kembali 7 hari jangka pendek diturunkan menjadi 1,7% dari 1,8%.
Suku bunga utama pinjaman satu tahun dan lima tahun juga dipangkas sebesar 10 basis poin masing-masing menjadi 3,35% dan 3,85%. Hal ini mengejutkan pasar karena para ekonom tidak memperkirakan adanya perubahan. Bank Rakyat Tiongkok juga akan mengurangi persyaratan agunan untuk fasilitas pinjaman jangka menengahnya mulai bulan Juli. Tingkat MLF (medium term lending facility) saat ini berada di 2,5%.
Sebuah survei yang dilakukan Reuters pekan lalu menunjukkan bahwa 64% dari seluruh responden memperkirakan LPR satu tahun dan lima tahun tidak akan berubah.
LPR (loan prime rate) satu tahun bertindak sebagai patokan bagi sebagian besar pinjaman korporasi, dan LPR lima tahun berfungsi sebagai suku bunga acuan untuk hipotek.
Dikutip dari CNBC, indeks Hang Seng Hong Kong naik sedikit sebelum jatuh sekitar 0,2% setelah pengumuman PBOC, sedangkan CSI 300 Tiongkok daratan kehilangan 0,72%.
Investor juga akan menilai dampak dari pemadaman TI (Teknologi Informasi) global secara besar-besaran pada akhir pekan lalu. Mesin yang menjalankan sistem operasi Microsoft Windows mengalami 'crash' pada hari Jumat karena kesalahan dalam pembaruan yang dikeluarkan oleh perusahaan keamanan siber CrowdStrike.
Baca Juga
Gara-Gara Gangguan TI Global, Lebih dari 4.000 Penerbangan Dibatalkan
Microsoft mengatakan dalam sebuah posting blog pada akhir pekan bahwa diperkirakan 8,5 juta perangkat Windows – atau kurang dari 1% dari seluruh mesin Windows – terkena dampaknya.
Minggu ini, investor akan menantikan data PDB dari Korea Selatan dan AS, serta data aktivitas pabrik dari seluruh kawasan. Korea Selatan dan AS akan mengumumkan angka PDB awal kuartal kedua pada hari Kamis.
Data ekonomi lainnya minggu ini mencakup angka inflasi dari AS dan Singapura masing-masing pada hari Jumat dan Selasa.
Nikkei 225 Jepang turun 1%, sedangkan Topix berbasis luas turun 0,9%. Ini adalah pertama kalinya dalam tiga minggu indeks turun di bawah angka 40.000.
Baca Juga
Saham Teknologi Berguguran, Mayoritas Pasar Asia Pasifik Terkena Dampak

