LONDON, investortrust.id - Saham-saham Eropa ditutup melemah pada Kamis (27/06/2024) karena investor menghadapi kekhawatiran inflasi global.
Baca Juga
Tertekan Pelemahan Euro, Bursa Eropa di Zona Merah
Mengutip CNBC, Stoxx 600 pan-Eropa mengakhiri sesi 0,4% lebih rendah, dengan sebagian besar sektor dan bursa utama diperdagangkan di zona merah. Saham media naik 0,45%, sementara ritel merosot 1,86%.
Saham perusahaan pakaian dan fashion H&M anjlok 13% setelah melaporkan kenaikan laba kuartal kedua yang lebih kecil dari perkiraan dan menimbulkan keraguan atas target margin laba setahun penuh.
Riksbank Swedia mempertahankan biaya pinjaman pada hari Kamis namun mengisyaratkan bahwa pihaknya memperkirakan akan melanjutkan pelonggaran lagi, dengan hingga tiga kali pemotongan pada paruh kedua tahun ini. Bank sentral Turki juga membiarkan suku bunga tidak berubah pada 50,00%.
Perhatian pasar global beralih ke data inflasi AS yang dirilis hari Jumat. Indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi merupakan ukuran inflasi pilihan Federal Reserve AS. Investor berharap laporan tersebut akan menunjukkan berkurangnya tekanan harga yang dapat memperkuat kemungkinan The Fed menurunkan suku bunganya pada akhir tahun ini.
Rilis data di Eropa pada hari Kamis termasuk angka kepercayaan konsumen dan bisnis terbaru di Italia, yang menunjukkan peningkatan bulanan, dan penjualan ritel Spanyol, yang turun 0,6%.
Pasar Asia Pasifik diperdagangkan lebih rendah karena yen Jepang melemah ke level terendah dalam 38 tahun pada akhir Rabu, mencapai 160,82 terhadap dolar AS, menurut data FactSet.
Baca Juga
Pasar Asia Pasifik Jatuh Terimbas Pelemahan Yen Jepang