Berani Sekali, Irlandia Mulai Tolak Fasilitas Impor BBM dan Gas Fosil
JAKARTA, Investortrust.id - Di tengah kekhawatiran Eropa tentang keamanan pasokan energi, Irlandia justru melakukan langkah paling berani dari negara mana pun di Eropa demi menekan tingkat perubahan iklim. Irlandia menolak fasilitas impor bahan bakar fosil baru.
Otoritas perencanaan Irlandia pada bulan lalu telah menolak proposal pembangunan terminal impor gas alam cair dan pembangkit listrik tenaga gas di muara Sungai Shannon. Keputusan ini dilansir setelah mempertimbangkan kebijakan yang diuraikan dalam rencana energi dan tindakan iklim Irlandia. Strategi tersebut menyerukan agar negara ini mengurangi emisi gas rumah kaca secara tahunan sebesar 7% rata-rata antara tahun 2021 dan 2030.
"Dipertimbangkan bahwa pengembangan (terminal impor gas alam cair) ini pada saat ini akan bertentangan dengan kebijakan pemerintah saat ini," demikian keputusan dewan tersebut seperti dilansir Bloomberg, Selasa (3/10/2023).
Baca Juga
“Irlandia bisa jadi negara pertama yang menolak fasilitas LNG berdasarkan "tindakan perubahan iklim, dan bukan karena penolakan oleh warga lokal," kata Profesor Jonathan Stern, peneliti senior di Institut Studi Energi Oxford. Keputusan ini juga dikeluarkan sebelum tinjauan keamanan energi dipaparkan dalam beberapa pekan mendatang.
Menteri Lingkungan Eamon Ryan mengatakan kepada radio RTE bahwa tinjauan tersebut bisa merekomendasikan beberapa bentuk LNG, tetapi itu akan bersifat "strategis" dan bukan komersial.
Berbeda dengan negara Eropa lainnya, Irlandia tampaknya terus maju dengan kebijakan transisi nol karbonnya, meskipun tahun lalu kebanyakan negara Eropa berjuang untuk mendapatkan lebih banyak LNG. Jerman misalnya, malah memasang tiga fasilitas LNG lepas pantai dalam beberapa bulan, lebih banyak dari yang direncanakan. Sementara Prancis berbalik arah terkait LNG setelah perang Rusia di Ukraina, dari awalnya membatalkan kesepakatan pasokan LNG AS, akhirnya menandatanganinya.
Baca Juga
Industri Migas RI Terjepit Isu Geopolitik dan Perubahan Iklim
Sementara itu Inggris pada bulan September mengumumkan bahwa mereka akan mundur dari beberapa target net-zero yang paling agresif.
Pengembang LNG AS, New Fortress Energy, telah berupaya untuk membangun terminal lepas pantai di Irlandia untuk impor LNG, yang akan memasok pembangkit listrik tenaga 600MW. Tampaknya proyek ini akan sulit disetujui.
Berbicara di Parlemen Irlandia pada bulan April lalu,Ryan mengindikasikan bahwa kebijakan pemerintah adalah untuk bergerak menjauh dari gas alam, terutama jika gas tersebut dihasilkan melalui fracking hidrolik, yang berarti "tidak akan sesuai bagi Irlandia untuk mengizinkan atau melanjutkan pengembangan terminal LNG apa pun."
Namun baru-baru ini Ryan juga menekankan bahwa gas alam tidak akan segera dihilangkan dari daftar pasokan ke pembangkit listrik. Ia mengatakan gas alam memiliki peran "cadangan" dalam sistem energi Irlandia yang tengah berusaha memenuhi sebagian besar kebutuhan energinya dari sumber energi terbarukan.
Dilema bagi Irlandia adalah, isolasinya yang relatif dari pasar Eropa lainnya. Negara ini menerima gas dari lapangan gas Corrib di dalam negeri, serta melalui dua koneksi bawah laut dengan Inggris, yang angka konsumsinya telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir.
Pada September 2022, tinjauan tentang keamanan pasokan energi isinya mengusulkan pengembangan unit penyimpanan dan regasifikasi lepas pantai yang dapat membantu mengatasi potensi krisis energi.
Fasilitas penyimpanan gas juga telah diusulkan sebagai opsi untuk memastikan keamanan pasokan energi di Irlandia, mengingat kekhawatiran minmnya pasokan energi setelah perang di Ukraina dan kenaikan harga komoditas. Dua tahun yang lalu, jaringan listrik Irlandia pernah memperingatkan bahwa pasokan energi domestik mungkin akan berada di level yang rendah selama periode musim dingin dalam lima tahun ke depan. Ini menjadikan penolakan fasilitas impor gas tambahan sebagai langkah yang berani.

