CSI 300 Tiongkok Anjlok ketika Mayoritas Pasar Asia Pasifik Menguat
JAKARTA, investortrust.id – Indeks CSI 300 anjlok saat pasar Asia Pasifik mayoritas menguat pada penutupan Selasa (25/04/2024). Indeks CSI Tiongkok turun 0,54% menjadi 3,457.90, level terendah dalam empat bulan. Sedangkan, indeks Hang Seng Hong Kong diperdagangkan datar di jam-jam terakhir.
Baca Juga
Tunggu Data Inflasi Australia dan Jepang, Pasar Asia Pasifik Mayoritas Melemah
Reuters melaporkan pemerintahan Biden sedang menyelidiki tiga perusahaan telekomunikasi Tiongkok atas kekhawatiran bahwa Beijing dapat mengakses data Amerika melalui bisnis cloud dan internet perusahaan-perusahaan tersebut di AS.
Saham ketiga perusahaan yang disebutkan dalam laporan Reuters, China Mobile, China Telecom dan China Unicom, menguat pada hari Selasa.
Nikkei 225 Jepang ditutup 0,95% lebih tinggi pada 39,173.15 sementara Topix berbasis luas naik 1,72%, memimpin kenaikan di Asia dan ditutup pada 2,787.37, tertinggi dalam tiga minggu.
Kospi Korea Selatan naik 0,35% menjadi 2,774.39 sementara saham berkapitalisasi kecil Kosdaq ditutup sedikit lebih tinggi pada 841,99, menghentikan penurunan tiga hari berturut-turut.
Taiwan weighted index berbalik naik 0,27% menjadi 22.875,97. S&P/ASX 200 Australia ditutup 1,36% lebih tinggi pada 7.838,8.
Secara terpisah, investor di Asia menilai indeks sentimen konsumen Korea Selatan untuk bulan Juni, serta harga produsen sektor jasa Jepang.
Indeks harga produsen jasa Jepang naik 2,5% yoy di bulan Mei, dibandingkan dengan kenaikan 2,7% di bulan April.
Indeks kepercayaan konsumen Korea Selatan naik pada bulan Juni menjadi 100,9 dari 98,4 pada bulan Mei. Hal ini terjadi di tengah meningkatnya optimisme terhadap standar hidup dan pendapatan rumah tangga di masa depan, serta kondisi perekonomian dalam negeri.
Baca Juga
Pasar Asia ‘Mixed’, Indeks Nikkei Jatuh Setelah Rilis Data inflasi Jepang

