Antisipasi ‘Overtreatment’, Vietnam Dorong Efisiensi Manajemen Asuransi Kesehatan
JAKARTA, Investortrust.id - Direktur Jenderal Jaminan Sosial Vietnam atau Vietnam Social Security’s (VSS), Nguyen The Manh mendorong efisiensi manajemen asuransi kesehatan di sana. Hal ini untuk mengantisipasi potensi praktik overtreatment.
Melansir InsuranceAsia, Selasa (25/6/2024), ia memerintahkan kantor jaminan sosial untuk bekerja sama dengan perawat dan dokter guna mengatasi overtreatment. Tujuannya, untuk melindungi hak-hak pemegang polis asuransi kesehatan dan memaksimalkan penggunaan dana asuransi kesehatan.
“Dengan meningkatkan efisiensi manajemen untuk mengoptimalkan dana, meminimalkan pengeluaran yang tidak perlu, dan mengalokasikan sumber daya secara efektif untuk pengobatan pasien yang sakit parah, terutama yang menderita penyakit kronis,” katanya.
Baca Juga
Inflasi Medis Juga Terjadi Pada Hewan, Perusahaan Asuransi Ini Batalkan 100.000 Polis
Sementara itu, Wakil Direktur Jenderal VSS, Nguyen Duc Hoa mengatakan, total biaya pemeriksaan kesehatan dan pengobatan untuk asuransi kesehatan di 12 provinsi dan kota di Vietnam telah mencapai lebih dari setengah total biaya nasional.
Bahkan, beberapa daerah melaporkan tingkat pengeluaran asuransi kesehatan yang lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional. “Sehingga memerlukan evaluasi dan kepemimpinan yang cermat untuk mengelola biaya-biaya ini,” ujarnya.
Di lain sisi, Direktur Pusat Tinjauan Klaim Medis di Vietnam, Duong Tuan Duc tengah membahas pengembangan instrumen untuk mendukung pengelolaan biaya medis, yang mencakup identifikasi risiko, alat manajemen dan metode untuk mengevaluasi kenaikan biaya yang tidak wajar. Dan memastikan kepatuhan terhadap persyaratan hukum.
“Juga pentingnya memperkuat sistem statistik, sintesis, dan evaluasi, baik secara nasional maupun lokal,” ucap Nguyen.
Ia mewanti-wanti kantor jaminan sosial setempat yang melayani asuransi kesehatan untuk secara teratur menginformasikan asuransi kesehatan mengenai peningkatan variabel dan pengeluaran yang tak semestinya, dengan menggunakan angka dan grafik untuk menunjukan hal-hal yang tak masuk akal dan memungkinkan dilakukan penyesuaian yang diperlukan.
“Perlunya pendekatan komprehensif dalam mengelola biaya perawatan medis asuransi kesehatan dan asuransi sosial, mulai dari pengawasan umum hingga analisis terperinci. Serta menyoroti pentingnya transparansi dalam menjaga hak-hak pasien,” katanya.

