ChatGPT Bakal Punya Saingan Baru dari Amazon, Metis Namanya
JAKARTA, Investortrust.id – Perusahaan global penyedia layanan digital Amazon.com Inc (NASDAQ: AMZN) tengah fokus mengerjakan chatbot AI baru yang akan menjadi pesaing ChatGPT milik Elon Musk. Metis digadang-gadang akan menjadi lawan tangguh ChatGPT.
Saham emiten teknologi di Nasdaq ini segera menikmati kenaikan harga sekitar 25% dibandingkan harga terendah tahun ini.
Andy Jassy, Direktiur Eksekutif AMZN secara pribadi langsung mengawasi pengembangan proyek strategis Metis, demikian menurut sumber yang dikutip Business Insider, Senin (24/6/2024).
Metis dilaporkan akan lebih kuat daripada model fondasi Titan yang ada di Amazon. Chatbot kecerdasan buatan baru ini diproyeksikan akan menawarkan fitur-fitur canggih termasuk saran tindak lanjut, berbagi tautan ke sumber, dan tanggapan berbasis gambar.
Baca Juga
Gandeng Operator TV Satelit, Amazon Siap Saingi Layanan Internet Starlink di Amerika Latin
Metis juga dapat berfungsi sebagai agen AI yang mampu menyusun rencana detil seperti rencana perjalanan.
Dilaporkan bahwa Metis sudah dalam tahap lanjut dan rencananya akan diluncurkan pada awal September. Proyek AI ini disebut-sebut dapat menjadi pendorong pertumbuhan AMZN berikutnya.
Sebelumnya diberitakan bahwa Amazon meluncurkan “Q” sebuah chatbot AI generatif untuk menulis atau memperbaiki kode beberapa bulan lalu.
Sayangnya manajemen Amazon menolak mengomentari laporan tersebut. Namun, perkembangan yang disebutkan di atas sejalan dengan komitmen perusahaan untuk pengembangan kecerdasan buatan.
Saham Amazon turun sekitar 1,0% saat berita ini dipublikasikan, yang menunjukkan bahwa investor sejatinya telah berhati-hati menilai dampak pengembangan Metis terhadap posisi Amazon dalam perlombaan AI.
Pada hari yang sama pula, Senin, analis di Bank of America Securities menegaskan kembali peringkat “beli” pada saham Amazon, menyusul laporan bahwa Amazon berencana mulai mengenakan biaya untuk Alexa.
Baca Juga
Amazon Luncurkan Satelit Perluas Ketersediaan Internet di Dunia
Reuters melaporkan bahwa Amazon sedang berupaya untuk mengganti fitur asisten suaranya saat ini dengan Remarkable Alexa, fitur generasi dua tingkat di atas yang tersedia saat ini yang didukung AI. Penggantian rencananya akan diterapkan pada bulan Agustus.
Versi berbayar Alexa akan mampu menangani tugas-tugas lebih lanjut termasuk memesan Uber Eats dan menulis email dengan satu perintah. Layanan tingkat berbayar ini diprediksi akan memberikan peningkatan pendapatan AMZN hingga US$ 600 juta.
Paket tingkat berbayar juga sejalan dengan komitmen Amazon selama bertahun-tahun untuk menjadikan Alexa sebagai salah satu layanannya yang menguntungkan.
Pekan lalu, perusahaan raksasa senilai US$ 1,93 triliun yang berbasis di Seattle, Washington ini berkomitmen untuk menginvestasikan € 10 miliar dan menciptakan sekitar 4.000 lapangan kerja di Jerman.

