Bursa Asia Berguguran, Nikkei Jepang Terperosok Paling Dalam
JAKARTA, investortrust.id - Pasar Asia-Pasifik melanjutkan penurunan pada hari Kamis (30/05/2024), mengikuti pergerakan Wall Street, menjelang rilis serangkaian data ekonomi.
Baca Juga
Cermati Data Inflasi Tiongkok, Pasar Asia Mayoritas Terkoreksi
Nikkei 225 Jepang turun 1% lebih. Pada perdagangan pagi,dikutip dari CNBC, Nikkei sempat anjlok sekitar 1,6%, sedangkan Topix yang lebih luas turun 0,8%.
Kospi Korea Selatan merosot 0,72%, dan saham berkapitalisasi lebih kecil Kosdaq tergelincir 0,3%.
Jepang dan Korea Selatan akan merilis angka produksi industri pada hari Jumat, dan Tiongkok akan merilis indeks manajer pembelian resmi untuk bulan Mei. Data inflasi ibu kota Jepang, Tokyo, juga akan dirilis.
S&P/ASX 200 Australia melanjutkan penurunan dari sesi sebelumnya dan turun 0,42%. Penurunan ini dipimpin oleh sektor pertambangan di Australia.
Indeks Hang Seng Hong Kong dan indeks CSI 300 Tiongkok daratan diperdagangkan mendekati garis datar.
Penurunan juga terjadi di pasar saham Indonesia. Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I ditutup anjlok 94,02 poin (1,32%) menjadi 7.046,21. Bahkan, level intraday sempat sentuh 6.984,98, terendah sejak November 2023.
Di AS, ketiga indeks utama melemah, tertekan oleh kenaikan imbal hasil Treasury. Imbal hasil obligasi Treasury 10-tahun naik lebih tinggi untuk hari kedua, terakhir diperdagangkan di atas 4,6%.
Imbal hasil yang lebih tinggi dapat menurunkan jumlah investor yang bersedia membayar untuk membeli saham, menaikkan biaya pinjaman, merugikan belanja konsumen dan membuat T-bills dan dana pasar uang lebih menarik.
Dow Jones Industrial Average turun 1,06%, sedangkan S&P 500 merosot 0,74%. Nasdaq Composite tergelincir 0,58%.
Baca Juga

