Dewan Asuransi Australia Dorong Mitigasi Risiko Penggunaan AI
JAKARTA, investortrust.id - Penerapan artificial intelligence (AI) bagi industri asuransi di Australia tak bisa dihindarkan karena memberikan sejumlah manfaat, namun juga dibarengi tantangan. Oleh karena itu, Dewan Asuransi Australia atau The Insurance Council of Australia (ICA) mendorong industri untuk menerapkan manajemen data dan mitigasi risiko yang kuat.
Melansir InsuranceAsia, Selasa (21/5/2024), ICA menyatakan penerapan dua hal tersebut juga perlu didukung peraturan perlindungan konsumen, undang-undang privasi dan peraturan jasa keuangan yang ada.
“Menempatkan industri dalam posisi yang baik untuk memanfaatkan AI demi keuntungan konsumen sekaligus mengelola risiko,” ujarnya, dikutip Selasa (21/5/2024).
Mewakili sekitar 89% perusahaan asuransi umum swasta, ICA menyoroti kontribusi ekonomi dari industri ini. Hal ini tercermin dari 60.000 orang yang bekerja di industri ini, dan menghasilkan premi bruto sekitar AU$ 64,5 miliar setiap tahunnya. Selain itu, jumlah klaim yang dibayar sekitar AU$ 147 setiap harinya.
ICA menyebut, sejumlah risiko yang terjadi mencakup penipuan, seperti penggunaan AI untuk memperbanyak foto terkait proses klaim, serta risiko operasional seperti penyebaran informasi hak milik.
Baca Juga
“Terlepas dari tantangan-tantangan ini, AI menghadirkan peluang untuk meningkatkan keterjangkauan dengan mengurangi biaya pemrosesan klaim, mengidentifikasi risiko, dan memoderasi pertumbuhan premi,” kata ICA.
Selain itu, AI juga dapat meningkatkan deteksi kerentanan, pemberian layanan, dan respons bencana, mempercepat proses klaim, dan mengamankan sumber daya yang diperlukan dengan cepat.
Untuk menumbuhkan industri AI yang bertanggung jawab, ICA mendukung penguatan kemampuan kedaulatan AI di Australia yang memastikan otomatisasi AI membebaskan pekerja untuk melakukan tugas-tugas yang lebih kompleks, sehingga meningkatkan kepuasan kerja.
Di sisi lain, ICA juga menyoroti pentingnya kolaborasi pemerintah, industri, dan akademisi untuk merencanakan pengembangan AI nasional agar tidak mengalami ketergantungan berlebih dengan teknologi AI asing.
