Harga Minyak Jatuh, Pasar Pantau Perkembangan di Iran Setelah Kematian Presiden Raisi
NEW YORK, investortrust.id - Minyak mentah berjangka turun pada hari Senin karena para pedagang memantau perkembangan di Iran setelah presiden dan menteri luar negeri Republik Islam tersebut meninggal dalam kecelakaan helikopter.
Baca Juga
Presiden Iran Meninggal Kecelakaan Helikopter, Harga Minyak Melesat
Presiden Ebrahim Raisi dan Menteri Luar Negeri Hossein Amirabdollahian tewas dalam kecelakaan di provinsi Azerbaijan Timur Iran dalam cuaca buruk.
Mengutip CNBC, berikut harga energi penutupan hari Senin (20/05/2024):
• Kontrak West Texas Intermediate bulan Juni: $79,80 per barel, turun 27 sen atau 0,32%. Sampai saat ini (ytd/year to date), minyak mentah AS naik 11,3%.
• Kontrak Brent bulan Juli: $83,71 per barel, turun 26 sen atau 0,32%. Sampai saat ini, acuan global naik 8,6%.
• Kontrak bensin RBOB bulan Juni: $2,54 per galon, turun 1,33%. Sampai saat ini, harga bensin berjangka telah naik sekitar 21%.
• Kontrak gas alam bulan Juni: $2,75 per seribu kaki kubik, naik 4,27%. Sampai saat ini, gas naik 9,4%.
Kebijakan di negara produsen terbesar ketiga OPEC ini diperkirakan tidak akan berubah, dengan Wakil Presiden Mohammad Mokhber mengambil alih jabatan presiden sementara saat negara tersebut mempersiapkan pemilu baru dalam waktu 50 hari.
Minyak mentah AS dan Brent membukukan kenaikan moderat pada minggu lalu, namun tetap terjebak dalam kisaran sempit karena para pedagang mencari katalis yang dapat mengangkat harga keluar dari kelesuan.
OPEC dan sekutunya, yang dipimpin oleh Rusia, akan mengadakan pertemuan pada 1 Juni untuk meninjau kebijakan produksi. Koalisi anggota OPEC+ secara sukarela memangkas produksi sebesar 2,2 juta barel per hari untuk mendukung harga.
Baca Juga

