'Perfect Storm' Picu Harga Emas Melambung ke Rekor Tertinggi
NEW YORK, investortrust.id - Harga emas melaju ke level tertinggi sepanjang masa pada hari Senin (20/05/2024) karena berbagai faktor mulai dari ekspektasi penurunan suku bunga AS, langkah-langkah stimulus Tiongkok hingga ketegangan geopolitik yang meningkatkan permintaan. Momentum itu juga membawa perak ke level tertinggi dalam lebih dari 11 tahun.
Baca Juga
Harga emas di pasar spot naik 0,9% menjadi $2,435.96 per ons setelah mencapai rekor tertinggi $2,449.89 di awal sesi.
Emas berjangka AS ditutup 0,9% lebih tinggi menjadi $2,438.50.
“Inflasi bersifat kaku, kita mungkin melihat beberapa kejanggalan dalam data inflasi, namun juga beban utang di AS, ada alasan untuk melakukan diversifikasi dari hal tersebut juga. Jadi, perfect storm inilah yang membuat pasar emas tetap tinggi,” kata Daniel Pavilonis, ahli strategi pasar senior di RJO Futures, seperti dikutip CNBC.
Data minggu lalu menunjukkan, harga konsumen AS meningkat kurang dari perkiraan pada bulan April. Hal ini menunjukkan bahwa inflasi kembali melanjutkan tren penurunannya, sehingga meningkatkan ekspektasi penurunan suku bunga pada bulan September.
Suku bunga yang lebih rendah mengurangi opportunity cost dari kepemilikan emas batangan yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding), yang juga memberikan dukungan dari ketidakpastian di pasar.
Pavilonis dari RJO memperkirakan emas akan melonjak mendekati $2.500 dalam jangka pendek karena ada ketakutan akan ketinggalan dalam reli emas. “Ada banyak non-pedagang yang menghubungi tempat (broker)… untuk membeli kontrak berjangka atau menerima pengiriman fisik.”
Emas juga didukung oleh peningkatan kepemilikan di bank sentral Tiongkok.
Yang menambah kenaikan emas adalah meningkatnya penghindaran risiko (risk aversion) karena Presiden Iran Ebrahim Raisi, tewas dalam kecelakaan helikopter, tulis analis di Kitco Metals dalam sebuah catatan.
Sementara itu, beberapa analis juga menyoroti lonjakan emas akibat pengumuman Tiongkok mengenai langkah-langkah “bersejarah” untuk menstabilkan sektor properti yang terkena krisis. Tiongkok adalah konsumen utama emas dan logam industri lainnya.
Perak di pasar spot naik 2,2% menjadi $32,17 setelah mencapai level tertinggi dalam 11 tahun.
Baca Juga
Langkah Berani Tiongkok Dorong Harga Emas Kembali Ukir Rekor All Time High

