Bank Sentral China Luncurkan Langkah Baru Dorong Sektor Properti, Ini Dampaknya pada Pasar Asia
JAKARTA, investortrust.id - Saham-saham di Tiongkok dan Hong Kong mendapat dorongan pada akhir pekan, setelah bank sentral Tiongkok mengumumkan langkah-langkah besar untuk meningkatkan pasar properti yang sedang merosot.
Baca Juga
Raksasa Properti Evergrande Ajukan Pailit, Pasar Saham Asia Terpuruk
Indeks CSI 300 Tiongkok Daratan naik 1% pada hari Jumat (17/05/2024), ditutup pada 3,677.97 dan menandai level tertinggi dalam delapan bulan, sementara indeks Hang Seng Hong Kong juga naik sekitar 1%, didukung oleh saham real estate.
Dalam serangkaian pengumumannya, Bank Sentral Tiongkok menyatakan pembayaran uang muka minimum hipotek akan diturunkan dan batas bawah suku bunga hipotek minimum akan dihapuskan.
Sebelumnya, serangkaian data dari Tiongkok menunjukkan melambatnya konsumsi, karena penjualan ritel naik 2,3% pada bulan April dibandingkan tahun sebelumnya namun meleset dari ekspektasi. Investasi aset tetap naik sebesar 4,2% dari bulan Januari hingga April, namun lebih rendah dari perkiraan kenaikan sebesar 4,6%.
Investor juga mengkaji data dari Singapura yang menunjukkan ekspor domestik nonmigas pada bulan April mengalami penurunan sebesar 9,3%, lebih lambat dibandingkan bulan sebelumnya.
Nikkei 225 Jepang turun 0,34% menjadi 38,787.38, sedangkan Topix berbasis luas membalikkan penurunan sebelumnya menjadi bertambah 0,3%, mengakhiri hari di 2,745.62. Kedua indeks tersebut mencatatkan kenaikan mingguan masing-masing sebesar 1,51% dan 0,89%.
Kospi Korea Selatan turun 1,03%, ditutup pada 2,724.62 setelah tingkat pengangguran negara itu tidak berubah di 2,8% pada bulan April, sementara saham berkapitalisasi kecil Kosdaq turun 1,76% menjadi 855,06.
Baca Juga
Pengadilan Hongkong Perintahkan Likuidasi Grup Properti Raksasa Evergrande

