Pasar Asia Menguat Ikuti Irama Wall Street
JAKARTA, investortrust.id - Pasar Asia-Pasifik Senin (6/05/2024) mengikuti kenaikan Wall Street. Laporan pekerjaan AS yang lebih lemah dari perkiraan, memicu harapan bahwa Federal Reserve dapat segera menurunkan suku bunganya.
Baca Juga
Wall Street Melonjak Akhir Pekan, Dow Jones Melesat Lebih dari 400 Poin
Sementara itu, investor menunggu keputusan suku bunga Reserve Bank of Australia pada hari Selasa dan data perdagangan Tiongkok bulan April pada hari Kamis.
ING menyatakan dalam sebuah catatan pekan lalu bahwa pertemuan RBA “layak dicermati,” seraya menambahkan bahwa data inflasi terbaru dari Australia menunjukkan pertumbuhan harga mulai meningkat.
Namun, para analis mengatakan data inflasi Australia lebih baik dari perkiraan mereka, dan dibandingkan dengan AS, perekonomian negara tersebut lebih melambat dengan melemahnya pasar tenaga kerja secara substansial. Oleh karena itu, mereka memperkirakan tidak ada perubahan pada tingkat RBA sebesar 4,35%.
Pembacaan indeks manajer pembelian gabungan akan dirilis oleh S&P Global untuk Hong Kong, Senin, sementara pembacaan PMI jasa akan dirilis untuk Tiongkok daratan dan India.
Pasar Jepang dan Korea Selatan tutup karena hari libur umum.
Dikutip dari CNBC, indeks S&P/ASX 200 Australia naik 0,46% di awal perdagangan, seiring dengan kenaikan hari ketiga berturut-turut.
Indeks berjangka Hang Seng Hong Kong berada di 18,529, menunjukkan pembukaan yang lebih lemah dibandingkan dengan penutupan HSI di 18,475.92. Sedangkan, Shanghai Stock Exchange (SSE) Composite Index menguat 0,8%.
Pada hari Jumat di AS, saham melonjak tajam setelah laporan pekerjaan bulan April lebih lemah dari perkiraan.
Laporan nonfarm payrolls pada hari Jumat menunjukkan 175.000 pekerjaan ditambahkan pada bulan April, di bawah 240.000 pekerjaan yang diperkirakan oleh para ekonom yang disurvei oleh Dow Jones.
Tingkat pengangguran naik tipis menjadi 3,9%, dibandingkan 3,8% pada bulan sebelumnya, menurut Biro Statistik Tenaga Kerja. Angka upah juga lebih rendah dari perkiraan, sebuah tanda yang menggembirakan bagi inflasi.
S&P 500 melonjak 1,26% untuk mencatat hari terbaiknya sejak Februari, sementara Nasdaq Composite menguat 1,99%. Dow Jones Industrial Average naik 1,18%.
Baca Juga
Pasar Asia-Pasifik Jatuh di Tengah Meningkatnya Ketegangan Israel-Iran

