Harga Emas Melonjak Dipicu Melemahnya Dolar AS dan Pembelian “Safe-Haven”
NEW YORK, Investortrust.id - Emas melonjak hampir 1% pada hari Jumat waktu setempat atau Sabtu (16/9/2023), dipicu melemahnya dolar AS dan meningkatnya permintaan “safe haven”.
Baca Juga
Pembelian safe-haven terjadi setelah serikat pekerja United Auto Workers melakukan pemogokan di tiga produsen mobil di Detroit.
Selain itu, ada juga harapan seputar kemungkinan jeda kenaikan suku bunga AS.
Harga emas di pasar spot naik 0,9% menjadi $1,927.79 per ounce. Emas batangan telah naik 0,6% sepanjang minggu ini. Emas berjangka AS naik 0,9% menjadi $1,949.70.
Dolar Tergelincir
Dolar tergelincir 0,3% terhadap mata uang lainnya menyusul data AS pada hari sebelumnya, membuat emas lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya.
“Emas dan perak menguat di tengah kekhawatiran,” kata Tai Wong, pedagang logam independen yang berbasis di New York, seperti dikutip CNBC internasional.
Serikat Pekerja United Auto Workers melancarkan pemogokan serentak di tiga pabrik milik “Detroit Three”, termasuk pemilik Chrysler, Stellantis, yang menandai aksi buruh industri AS yang paling ambisius dalam beberapa dekade.
“Pemogokan UAW sepertinya akan berlangsung lama mengingat tuntutan serikat pekerja. Dan kemungkinan pemerintah. penutupan pada akhir bulan semakin banyak diberitakan,” kata Wong.
Emas sering digunakan sebagai penyimpan nilai yang aman pada saat ketidakpastian politik dan keuangan.
Pelaku pasar kini menantikan kejelasan lebih lanjut mengenai prospek suku bunga dari Federal Reserve AS pada pertemuan kebijakan mereka minggu depan, di mana bank sentral diperkirakan akan mempertahankan suku bunga tidak berubah.
Baca Juga
The Fed Diperkirakan Tahan Suku Bunga, Investor Obligasi Masih “Wait and See”

