Harga Emas Turun di Tengah Melemahnya Dolar dan Imbal Hasil Treasury AS
Harga emas merosot ke area US$ 2.321 beriringan dengan melemahnya dolar Amerika Serikat (AS). Risiko geopolitik mulai mereda setelah serangan Iran terhadap Israel dan pembalasan yang dilakukan Israel.
Data dari S&P Global mengenai index PMI juga menghidupkan kembali harapan penurunan suku bunga di kalangan investor setelah keluarnya retorika hawkish yang dikeluarkan oleh beberapa pejabat Federal Reserve (Fed).
Dikutip dari ICDX, Rabu (24/4/2024) harga emas bergerak dengan support saat ini beralih ke area US$ 2.264 dan resistance terdekat berada di area US$ 2.391.
Support terjauhnya berada di area US$ 2.247 hingga ke area US$ 2.229, sementara untuk resistance terjauhnya berada di area US$ 2.400 hingga ke area US$ 2.417.
Rilisnya beberapa data perekonomian AS yang mengecewakan diperkirakan akan mempengaruhi skenario bank sentral Amerika Serikat. Hal ini salah satunya karena perkiraan awal PMI Global S&P bulan April tidak sesuai ekspektasi pasar.
Baca Juga
Harga Emas Antam Turun 3 Hari Beruntun ke Rp 1.320.000 per Gram
PMI Manufaktur menyusut menjadi 49,9 dari 51,9 di bulan Maret, sedangkan PMI Jasa turun menjadi 50,9 dari 51,7. PMI Komposit menghasilkan 50,9, turun dari 52,1 pada bulan sebelumnya.
Data penting Amerika Serikat (AS) lainnya akan dirilis akhir pekan ini. Amerika Serikat akan mengumumkan perkiraan pertama Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal I pada hari Kamis depan, dan diperkirakan akan menunjukkan pertumbuhan ekonomi pada laju tahunan sebesar 2,5% dalam tiga bulan hingga bulan Maret.
Selain itu, AS akan menerbitkan Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) bulan Maret pada hari Jumat, yang merupakan ukuran inflasi favorit Federal Reserve (Fed).
Laporan ini akan kehilangan relevansinya setelah rilis data PDB, yang mencakup estimasi Indeks Harga PCE triwulanan, namun masih dapat mengantisipasi kebijakan The Fed.
Biro Analisis Ekonomi AS akan merilis Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) bulan Maret. Data yang lebih lemah dari perkiraan dapat mendorong investor emas untuk membeli logam kuning dengan tujuan mencapai all time high baru. Jika tidak, kenaikan dapat mendukung imbal hasil treasury AS dan dolar AS, sehingga menjadi hambatan bagi logam non-yielding. Para investor dan pelaku pasar memperkirakan suku bunga The Fed akan berakhir pada tahun 2024 di angka 4,95%.

