Imbal Hasil Treasury AS Masih Tinggi, Harga Emas Melemah
Harga emas mengalami koreksi tipis dengan turun ke area US$ 2.327. Hal ini terjadi menyusul keluarnya indeks ukuran inflasi pilihan bank sentral Amerika yakni Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) yang rilis pada Jumat lalu. Di mana hasilnya sejalan dengan ekspektasi dengan naik sebesar 0,3% dibanding dengan bulan sebelumnya.
Dengan keluarnya Indeks Harga Utama dan Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) Inti untuk bulan Maret, inflasi tahunan berada di level 2,7% year on year (YoY) di bulan Maret. Meningkat dari 2,5% di bulan Februari dan lebih tinggi dari perkiraan sebesar 2,6%.
Inflasi PCE inti meningkat sebesar 2,8% YoY, di atas ekspektasi sebesar 2,6%. Dengan rilisnya data tersebut imbal hasil obligasi treasury AS sedikit lebih rendah, dengan imbal hasil 10 tahun turun tidak terlalu signifikan menjadi 4,67%.
Imbal hasil tetap kuat karena terhentinya kemajuan inflasi ke target 2% akan memperkuat prospek bagi The Fed untuk menunda penurunan suku bunga hingga akhir tahun ini.
Baca Juga
Melihat dari sudut pandang teknis, dikutip dari ICDX, Senin (29/4/2024) harga emas berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level US$ 2.355 per troy ons. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level US$ 2.305 per troy ons.
Data perekonomian Amerika Serikat yang lebih tinggi dari perkiraan membebani daya tarik Emas karena menurunkan harapan pemangkasan suku bunga Federal Reserve (Fed) pada pertemuan kebijakan moneter bulan September.
Data inflasi bulanan tumbuh sesuai dengan ekspektasi dan pembacaan sebelumnya sebesar 0,3%.
Investor dan pelaku pasar masih memperkirakan kemungkinan bahwa The Fed akan menurunkan suku bunga pada pertemuan bulan September. The Fed AS diperkirakan akan mempertahankan suku bunga kebijakannya pada kisaran 5,25%–5,5% pada saat ini dan masih memberi sinyal bahwa tidak ada urgensi untuk melakukan pemotongan.
Sikap hawkish dalam sentimen pasar dapat mengurangi daya tarik logam non-yielding dan memberikan tekanan pada harga emas.
Baca Juga
Sementara pada hari Sabtu (27/4/2024), Hamas mengatakan bahwa mereka sedang meninjau proposal baru Israel untuk gencatan senjata di Gaza.
Hal ini terjadi ketika Mesir mengencarkan upayanya untuk mencapai kesepakatan antara Israel dan Hamas untuk menghentikan konflik dan menghindari invasi militer Israel ke kota Rafah di Gaza selatan.
Pedagang emas akan memantau perkembangan seputar risiko geopolitik di Timur Tengah. Ketegangan yang meningkat mungkin akan meningkatkan aset safe-haven seperti emas.

