Gencatan Senjata Terbuka Lebar, Hamas: Tidak Ada Masalah pada Proposal Israel
JAKARTA, investortrust.id – Pintu gencatan senjata di wilayah konflik Gaza di Palestina terbuka, setelah Hamas mengatakan bahwa tidak ada masalah besar pada proposal yang diajukan Israel untuk gencatan senjata pembebasan sandera.
Hal ini disampaikan seorang pejabat senior Hamas seperti dikutip AFP, Minggu (28/4/2024), sembari menyatakan bahwa delegasi dari Hamas akan tiba di Mesir pada Senin ini (29/4/2024) untuk menyampaikan tanggapannya terhadap usulan tandingan Israel.
“Suasananya positif kecuali ada hambatan baru dari Israel,” kata pejabat itu, yang berbicara tanpa mau disebutkan identitasnya.
“Tidak ada masalah besar dalam pengamatan dan penyelidikan yang diajukan oleh Hamas mengenai isi proposal tersebut,” imbuhnya.
Pemerintah Israel sendiri mendapat tekanan kuat dari sekutu global untuk menyepakati gencatan senjata dalam perang yang menurut lembaga kemanusiaan telah membawa Gaza ke ambang kelaparan, menjadikan sebagian besar wilayah tersebut menjadi puing-puing dan meningkatkan kekhawatiran akan konflik yang lebih luas.
Baca Juga
Desak Pembebasan Sandera, Netanyahu Tingkatkan Tekanan Militer pada Hamas
Para pengunjuk rasa di Israel menuntut pemerintah menjamin kebebasan bagi para sandera yang ditangkap oleh militan sejak serangan pada 7 Oktober 2023, yang memicu perang.
Mesir, Qatar dan Amerika Serikat telah berusaha menengahi gencatan senjata baru sejak penghentian pertempuran selama satu pekan pada bulan November 2023, yang berujung pada pertukaran 80 sandera Israel dengan 240 warga Palestina yang ditahan di penjara-penjara Israel.
Serangan Hamas pada bulan Oktober 2023 disebut telah mengakibatkan kematian sekitar 1.170 orang di Israel, demikian angka resmi yang dikeluarkan pihak Israel.
Sementara itu serangan balasan Israel telah menewaskan sedikitnya 34.454 orang di Gaza, sebagian besar perempuan dan anak-anak, menurut kementerian kesehatan di wilayah yang dikuasai Hamas.
Israel memperkirakan 129 sandera masih ditahan di Gaza, termasuk 34 orang yang menurut pihak militer telah tewas. Hamas sebelumnya bersikeras melakukan gencatan senjata permanen, sebuah syarat yang ditolak Israel.

