Hamas Tolak Proposal Gencatan Senjata Israel
JAKARTA, investortrust.id - Hamas menolak proposal Israel untuk gencatan senjata di Gaza, dan menyampaikan 'belum ada kemajuan' yang dicapai dalam pembicaraan yang digelar di Mesir, Senin (8/4/2024).
Israel dan Hamas telah mengirim tim ke Mesir pada hari Minggu (7/4/2024) untuk perundingan gencatan senjata di Gaza, yang mengikutsertakan mediator dari Qatar dan Mesir serta Direktur CIA William Burns.
Hamas menolak proposal gencatan senjata Israel yang dibuat pada pembicaraan di Kairo, kata seorang pejabat senior Hamas pada hari Senin seperti dikutip indiatoday.com Selasa (9/4/2024).
Kehadiran Burn menggarisbawahi meningkatnya tekanan dari sekutu utama Israel, AS, untuk mencapai kesepakatan yang akan membebaskan sandera Israel yang ditahan di Gaza dan memberikan bantuan kepada warga sipil Palestina yang miskin akibat konflik selama enam bulan.
Namun pejabat senior Hamas Ali Baraka mengatakan kepada Reuters, "Kami menolak usulan terbaru Israel yang diberitahukan pihak Mesir kepada kami. Politbiro (Hamas) bertemu hari ini dan memutuskan hal ini."
Baca Juga
Konflik Israel-Hamas, Perwira Tinggi Polisi Palestina Dilaporkan Tewas di Gaza Utara
Pejabat Hamas lainnya sebelumnya mengatakan kepada Reuters bahwa tidak ada kemajuan yang dicapai dalam negosiasi tersebut.
“Tidak ada perubahan dalam posisi pendudukan (Israel) dan oleh karena itu, tidak ada hal baru dalam perundingan di Kairo,” kata pejabat Hamas, yang meminta untuk tidak disebutkan namanya, kepada Reuters. “Belum ada kemajuan.” Sayangnya rincian proposal tersebut pun belum diketahui secara pasti isinya.
Di Yerusalem pada hari Senin, sehari setelah pasukan Israel menarik diri dari beberapa wilayah di Gaza selatan, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan dia telah menerima laporan rinci tentang perundingan di Kairo.
“Kami terus berupaya mencapai tujuan kami, yang pertama dan terpenting adalah pembebasan semua sandera kami dan mencapai kemenangan penuh atas Hamas,” kata Netanyahu.
“Kemenangan ini memerlukan masuknya ke Rafah dan penghapusan batalion teroris di sana. Itu akan terjadi – ada tanggalnya.” Dia tidak menyebutkan tanggalnya.

