CNN : Mantan Orang Kuat Angkatan Darat Klaim Kemenangan dalam Pilpres Indonesia
JAKARTA, Investortrust.id – Media asing memberi perhatian besar terhadap pemilihan umum di Indonesia, terutama pilpres.
CNN memberitakan, mantan jenderal Angkatan Darat dengan masa lalu yang kontroversial telah mengklaim kemenangan dalam pemilihan presiden Indonesia.
Baca Juga
Minta Rakyat Lupakan Kata-Kata Kasar, Prabowo: Kita Harus Bersatu Kembali
Hasil tidak resmi menunjukkan Prabowo Subianto, 72, memenangkan hampir 60% suara, dengan sekitar 85% suara telah dihitung, menurut kantor berita milik negara Antara, afiliasi CNN Indonesia dan Reuters, yang melaporkan penghitungan awal dilakukan oleh serangkaian lembaga think tank non-pemerintah.
Tempat pemungutan suara ditutup di seluruh negeri pada Rabu sore (14/02/2024).
Prabowo, yang disebut-sebut sebagai kandidat terdepan menjelang pemilu hari Rabu, mengatakan kepada para pendukungnya di Jakarta, ia dan pasangannya Gibran Rakabuming Raka, yang merupakan putra tertua Presiden Joko Widodo, akan memerintah “untuk seluruh rakyat Indonesia.”
“Meski bersyukur, kita tidak boleh sombong, tidak boleh euforia, kita harus tetap rendah hati. Kemenangan ini harus menjadi kemenangan seluruh rakyat Indonesia,” kata Prabowo. “Saya akan memimpin bersama Gibran untuk membina, melindungi dan membela seluruh rakyat Indonesia, tanpa membedakan suku, suku, ras dan agama serta latar belakang sosial, rakyat Indonesia menjadi tanggung jawab kita untuk melindungi.”
Mantan gubernur populer Anies Beswadan berada di urutan kedua dengan kurang dari 22% suara, dan saingannya Ganjar Pranowo di urutan ketiga, menurut penghitungan awal tidak resmi. Kedua tim mereka membantah hasil awal dan mengatakan masih terlalu dini, menurut juru bicara partai yang dikutip oleh Reuters.
CNN tidak dapat memverifikasi jajak pendapat awal secara independen, meskipun penghitungan yang dilakukan oleh lembaga terkemuka telah terbukti akurat pada pemilu Indonesia sebelumnya.
Dalam pidatonya pada hari Rabu, Prabowo meminta para pendukungnya untuk “dengan tenang menunggu” pemungutan suara resmi yang akan diumumkan oleh komisi pemilihan umum, yang akan mempublikasikan hasil resminya pada bulan Maret.
Kerusuhan terjadi setelah pemilu terakhir pada tahun 2019 ketika Prabowo, yang kalah, mempermasalahkan hasilnya.
Indonesia adalah negara dengan jumlah penduduk terbesar keempat di dunia dan rumah bagi populasi Muslim terbesar di dunia. Lebih dari 200 juta orang di 38 provinsi berhak memberikan suara mereka pada hari Rabu, yang disebut-sebut sebagai pemilu satu hari terbesar di dunia.
Namun, melakukan pemungutan suara di negara kepulauan terbesar di dunia ini membutuhkan upaya yang sangat besar. Negara ini lebih luas dari Amerika Serikat dan melintasi tiga zona waktu. Wilayah ini terdiri dari lebih dari 18.000 pulau dan pulau kecil, 6.000 di antaranya berpenghuni, dan lebih dari 150 bahasa digunakan di seluruh wilayahnya.
Pemilih muda merupakan faktor penting dalam pemilu tahun ini, menurut para ahli, dengan sekitar setengah dari pemilih terdaftar berusia di bawah 40 tahun, menurut Komisi Pemilihan Umum.
Gibran, yang mengambil alih jabatan setelah Prabowo, mengakui dampak yang ditimbulkan oleh pemilih muda selama pemilu, dan mengatakan kepada para pendukungnya bahwa “di masa depan kita akan melibatkan generasi muda.”
Apa arti kemenangan Prabowo?
Prabowo berasal dari keluarga politik elit dan masa lalunya kontroversial, terutama pada masa pemerintahan mendiang diktator Suharto, yang juga merupakan mantan mertuanya. Tuduhan pelanggaran hak asasi manusia di masa lalunya di militer telah menghantuinya sepanjang karier politiknya.
Ayahnya Sumitro Djojohadikusumo, adalah mantan Menteri Keuangan dan Perdagangan dan kakeknya Margono mendirikan Bank Negara Indonesia dan memimpin dewan penasihat presiden.
Ia mendaftar di Akademi Militer Indonesia pada tahun 1970 dan kemudian menjadi komandan pasukan khusus di mana ia memimpin misi melawan kelompok pro-kemerdekaan selama 24 tahun pendudukan militer Indonesia yang kejam di Timor Timur.
Ia juga diduga memerintahkan penculikan aktivis prodemokrasi pada bulan-bulan terakhir rezim otoriter Suharto.
Sejak saat itu, ia mengubah dirinya menjadi pendukung demokrasi Indonesia yang dinamis, baru-baru ini membangun citra sebagai sosok kakek yang ramah dan telah menjadi pemain utama dalam politik selama dekade terakhir.
Dia mencalonkan diri sebagai presiden pada tahun 2014 dan 2019 tetapi kalah dua kali dari presiden yang akan keluar, Joko Widodo, atau yang dikenal sebagai Jokowi.
Kedua mantan rival tersebut kemudian mengesampingkan perbedaan pendapat mereka ketika Jokowi memasukkan Prabowo ke dalam kabinetnya sebagai menteri pertahanan.
Baca Juga
Prabowo Janji Rangkul Seluruh Kekuatan: Kemenangan Rakyat Indonesia

