Netanyahu Bertekad Lanjutkan Gempuran di Gaza
JAKARTA, Investortrust.id - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bertekad untuk terus melanjutkan pertempuran melawan militan Hamas, di tengah duka warga Palestina atas tewasnya lebih 100 orang akibat serangan udara Israel pada hari perayaan Natal, Senin (25/12/2023).
Diberitakan bahwa Netanyahu mengunjungi pasukan Israel di utara Jalur Gaza, beberapa jam setelah serangan paling di Malam Natal di kawasan Gaza. Israel sendiri telah mendapat tekanan dari sekutu terdekatnya, Amerika Serikat, dan diminta untuk mengubah operasi di Gaza menjadi fase intensitas rendah dan mengurangi kematian di pihak warga sipil.
Namun, Netanyahu mengatakan kepada anggota parlemen dari partainya, Likud, bahwa perang belum berakhir dan menolak apa yang dia gambarkan sebagai spekulasi media bahwa pemerintahannya mungkin menghentikan pertempuran. Dia mengatakan Israel tidak akan berhasil membebaskan sandera yang tersisa tanpa memberlakukan tekanan militer.
"Kami tidak berhenti. Perang akan terus berlanjut hingga akhir, hingga kita menyelesaikannya, tidak kurang," kata Netanyahu yang dilansir AFP, dan menolak seruan internasional untuk gencatan senjata, selama kunjungannya ke Gaza.
Serangan yang dimulai beberapa jam sebelum tengah malam Natal berlanjut hingga Senin. Media Palestina mengatakan Israel meningkatkan serangan udara dan tembakan darat di Gaza tengah.
Juru bicara kementerian kesehatan Palestina Ashraf Al-Qidra mengatakan banyak dari mereka yang tewas di Maghazi adalah perempuan dan anak-anak. Delapan lainnya tewas ketika pesawat dan tank Israel menyerang rumah dan jalan di dekat al-Bureij dan al-Nusseirat, kata pejabat kesehatan.
Para medis mengatakan serangan udara Israel di Khan Younis di selatan Gaza menewaskan 23 orang, membawa total kematian warga Palestina semalam menjadi lebih dari 100.
Dalam kesempatan berbeda Paus Fransiskus mengatakan dalam pesan Natalnya bahwa anak-anak yang mati dalam perang, termasuk di Gaza, adalah "Yesus kecil hari ini" dan bahwa serangan Israel menghasilkan "panen mengerikan" dari warga sipil tak bersalah.
