Khawatir Sikap ‘Hawkish' The Fed, Pasar Eropa Melemah
JAKARTA, investortrust.id - Pasar modal Eropa melemah setelah risalah pertemuan Juli Federal Reserve AS menunjukkan masih adanya kemungkinan kenaikan suku bunga lebih lanjut.
Dilansir dari CNBC.com, Jumat (18/8/2023), Stoxx 600 pan-Eropa pada Kamis waktu setempat sementara ditutup 0,9% lebih rendah. Industri turun 2,8% dan saham teknologi turun 1,8%. Sumber daya dasar dan minyak dan gas adalah satu-satunya sektor yang dihijaukan, masing-masing naik 0,8% dan 0,3%.
Indeks blue chip Eropa menutup sesi Rabu turun 0,1% karena investor menilai angka inflasi Inggris bersama dengan data produk domestik bruto kuartal kedua zona euro.
Grup game Swedia Embracer membalikkan beberapa penurunannya baru-baru ini, naik 12,5% ke puncak indeks setelah mengulangi panduan setahun penuhnya dalam hasil kuartalan.
Risalah dari pertemuan bulan Juli dari Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) menunjukkan para pejabat menyatakan keprihatinan tentang persistensi inflasi dan menyarankan kenaikan suku bunga mungkin diperlukan, kecuali jika kondisi membaik.
Bank sentral AS menaikkan suku bunga sebesar seperempat poin persentase ke kisaran 5,25% hingga 5,5% setelah pertemuan itu, level tertinggi dalam 22 tahun. Pasar pada umumnya berharap itu menjadi kenaikan terakhir dari siklus pengetatan moneter ini, tetapi risalah hari Rabu menunjukkan bahwa para pejabat masih berhati-hati dalam menetapkan waktu.
Prancis
Dikutip dari Antara, saham-saham Prancis kembali ditutup lebih rendah pada perdagangan Kamis waktu setempat (17/8/2023), mencatat kerugian untuk hari ketiga berturut-turut, dengan indeks acuan CAC 40 di Bursa Efek Paris berkurang 0,94 persen atau 68,51 poin menjadi menetap di 7.191,74 poin.
Indeks CAC 40 merosot 0,10 persen atau 7,45 poin menjadi 7.260,25 poin pada Rabu (16/8/2023), setelah anjlok 1,10 persen atau 81,14 poin menjadi 7.267,70 poin pada Selasa (15/8/2023), dan menguat 0,12 persen atau 8,65 poin menjadi 7.348,84 poin pada Senin (14/8/2023).
Dari 40 saham perusahaan besar pilihan yang menjadi komponen indeks CAC 40, hanya enam saham yang berhasil membukukan keuntungan, sementara 34 saham lainnya mengalami kerugian.
Worldline SA, sebuah perusahaan layanan transaksi dan pembayaran multinasional Prancis menderita kerugian paling besar (top loser) di antara saham-saham unggulan atau blue chips, dengan harga sahamnya terpuruk 3,51 persen.
Diikuti oleh saham perusahaan teknologi penyedia layanan aplikasi perangkat lunak yang dirancang untuk mendukung inovasi perusahaan klien Dassault Systemes SE merosot 3,34 persen; serta perusahaan rumah mode yang mendesain, memproduksi, dan mendistribusikan aksesori dan pakaian mewah pribadi Hermes International SCA jatuh 2,71 persen.
Sementara itu, Sanofi SA, perusahaan industri farmasi yang menawarkan obat-obatan, obat generik, suplemen makanan, kosmetik, dan alat kesehatan terangkat 1,39 persen, menjadi pencetak keuntungan terbesar (top gainer) dari saham-saham unggulan.
Disusul oleh saham perusahaan operator supermarket, hypermarket, cash and carry store, dan situs web e-commerce multinasional Prancis Carrefour SA terdongkrak 1,06 persen; serta perusahaan energi dan perminyakan multinasional Prancis TotalEnergies SE menguat 0,78 persen.
Inggris
Saham-saham Inggris ditutup di wilayah negatif pada perdagangan Kamis waktu setempat (17/8/2023), memperpanjang kerugian untuk hari kelima berturut-turut, dengan indeks acuan FTSE 100 di Bursa Efek London terpangkas 0,63 persen atau 46,67 poin menjadi menetap di 7.310,21 poin.
Indeks FTSE 100 tergerus 0,44 persen atau 32,76 poin menjadi 7.356,88 poin pada Rabu (16/8/2023), setelah merosot 1,57 persen atau 117,51 poin menjadi 7.389,64 poin pada Selasa (15/8/2023),dan berkurang 0,23 persen atau 17,01 poin menjadi 7.507,15 poin pada Senin (14/8/2023).
Evraz PLC, sebuah perusahaan manufaktur dan pertambangan baja multinasional Inggris yang sebagian dimiliki oleh oligarki Rusia membukukan kerugian paling besar (top loser) di antara saham-saham unggulan atau blue chips, dengan harga sahamnya terjungkal 12,59 persen.
Diikuti oleh perusahaan perangkat lunak yang menawarkan platform robotika yang menyediakan solusi end-to-end untuk perdagangan bahan pokok secara daring Ocado Group PLC anjlok 5,54 persen; serta perusahaan industri senjata, keamanan dan kedirgantaraan multinasional Inggris BAE Systems PLC jatuh 4,66 persen.
Sementara itu, Rio Tinto PLC, sebuah perusahaan pertambangan internasional yang berfokus pada pertambangan aluminium, borat, tembaga, emas, bijih besi, timah, perak, timah, uranium dan seng terangkat 1,69 persen, menjadi pencetak keuntungan tertinggi (top gainer) dari saham-saham unggulan.
Disusul oleh saham perusahaan pertambangan multinasional yang tercatat di Inggris, Anglo American PLC, bertambah 1,27 persen; serta perusahaan perdagangan dan pertambangan komoditas multinasional Swiss Glencore PLC menguat 0,97 persen.
Jerman
Saham-saham Jerman berakhir lebih rendah pada perdagangan Kamis waktu setempat (17/8/2023), berbalik melemah dari kenaikan sehari sebelumnya, dengan indeks acuan DAX 40 di Bursa Efek Frankfurt merosot 0,71 persen atau 112,55 poin menjadi menetap di 15.676,90 poin.
Indeks DAX 40 bertambah 0,14 persen atau 22,17 poin menjadi 15.789,45 poin pada Rabu (16/8/2023), setelah jatuh 0,86 persen atau 136,97 poin menjadi 15.767,28 poin pada Selasa (15/8/2023), dan terangkat 0,46 persen atau 72,08 poin menjadi 15.904,25 poin pada Senin (14/8/2023).
Dari 40 saham perusahaan besar pilihan yang menjadi komponen indeks DAX 40, sebanyak 11 saham berhasil meraih keuntungan, sementara 29 saham lainnya mengalami kerugian.
Bursa Efek Frankfurt terhitung sejak 20 September 2021 secara resmi memperluas komponen indeks DAX 30 menjadi 40 saham atau menjadi indeks DAX 40.
SAP SE, perusahaan teknologi multinasional Eropa yang mengembangkan perangkat lunak perusahaan untuk mengelola operasi bisnis dan hubungan pelanggan mencatat kerugian paling besar (top loser) di antara saham-saham unggulan atau blue chips, dengan harga sahamnya tergelincir 2,53 persen.
Disusul oleh saham perusahaan manufaktur semikonduktor terbesar di Jerman Infineon Technologies AG yang terpangkas 2,26 persen; serta perusahaan multinasional Jerman yang menyelenggarakan perdagangan saham dan sekuritas lainnya Deutsche Borse AG kehilangan 2,12 persen.

