Di Tengah Sikap Hawkish The Fed, Harga Emas Kokoh di Level Tinggi
JAKARTA, investortrust.id - Harga emas tetap berada di level tinggi walaupun sempat mengalami koreksi. Saat ini harga emas beralih ke level US$ 2.421. Hal tersebut didorong oleh belum terbitnya katalis data perekonomian terbaru yang kemungkinan akan membatasi kenaikan harga logam mulia.
Meskipun demikian, permintaan baru akibat tingginya perkiraan penurunan suku bunga Federal Reserve (Fed) Amerika Serikat (AS), ketegangan geopolitik yang sedang berlangsung, dan kuatnya permintaan yang berasal dari bank sentral dan pembeli Asia diperkirakan memberikan dukungan terhadap logam kuning.
Saat ini imbal hasil obligasi Treasury AS sedikit lebih rendah. Di mana, obligasi acuan 10-tahun AS turun tiga setengah basis poin menjadi 4,41%, sedangkan imbal hasil Treasury Inflation-Protected Securities (TIPS) 10-tahun, yang berkorelasi terbalik dengan harga emas, turun tiga basis poin menjadi 2,081%. Hal tersebut menjadi dorongan para investor untuk membeli emas.
Data ekonomi yang belum dapat dipastikan membuat para pedagang bergantung pada pidato Fed, yang tetap berhati-hati dalam memberi sinyal dimulainya penurunan suku bunga dimana pejabat Fed seperti Waller, Williams, Barr, Bostic, Collins, dan Mester dijadwalkan untuk segera memberikan pernyataan.
Selain itu, sikap hawkish dari pejabat Fed kemungkinan akan mengangkat dolar AS dan menyeret emas dalam denominasi USD lebih rendah.
Menilai dari segi permintaan, permintaan dari Tiongkok yang merupakan konsumen emas nomor satu di dunia terus berada di level yang tinggi walaupun harga emas mengalami kenaikan.
Selain itu, permintaan akan emas dari bank sentral negara-negara berkembang juga masih berada di level yang tinggi terutama ditengah ketegangan geopolitik dan sanksi dari negara barat.
Secara umum, permintaan emas di Asia telah membantu mendorong pasar emas yang sedang naik baru-baru ini. Emas telah naik sekitar 22% sejak pertengahan Februari. Menurut Dewan Emas Dunia, permintaan kemungkinan akan tetap kuat.
"Dari sisi teknis, harga emas berpotensi menemui resistance terdekat pada level US$ 2.447. Namun apabila menemui katalis negatif, maka harga emas berpotensi menemui support terdekat pada level US$ 2.374," demikian riset ICDX, Rabu (22/5/2024).

