Transisi Energi Terbarukan, CEO Goldman Sachs Dukung Energi Tradisional
NEW YORK, Investortrust.id - CEO Goldman Sachs Group Inc (NYSE:GS), David Solomon, menegaskan kembali dukungan bank terhadap perusahaan energi tradisional.
Baca Juga
ASEAN Butuh Rp 56.729 Triliun untuk Beralih ke Energi Terbarukan
Penegasan itu disampaikan Solomon dalam pidatonya di American Energy Security Summit di Oklahoma City pada Senin (25/9/2023) waktu setempat, seperti dikutip investing.com.
Solomon menggarisbawahi peran penting yang dimainkan perusahaan-perusahaan ini baik dalam perekonomian global maupun operasional.
Dukungan finansial terhadap perusahaan energi tradisional akan terus berlanjut untuk jangka waktu yang cukup lama. Ia mengakui perlunya transisi menuju sumber energi terbarukan, namun ia menekankan bahwa perubahan tersebut akan memerlukan waktu.
Solomon mencatat bahwa bahan bakar fosil masih menyediakan sebagian besar energi dunia pada tahun lalu, sehingga menyebabkan peningkatan emisi.
Sikap ini konsisten dengan para pemimpin Wall Street lainnya yang menolak tekanan dari aktivis iklim untuk segera menarik dukungan finansial dari perusahaan bahan bakar fosil. Perlawanan ini telah memicu gangguan pada acara-acara perbankan dan protes di luar kantor pusat perusahaan.
Awal tahun ini, pemegang saham dari enam bank terbesar AS meminta penghentian pendanaan eksplorasi dan pengembangan minyak dan gas. Namun usulan tersebut belum membuahkan hasil.
Selama diskusi dengan mahasiswa di Hamilton College, Solomon mengulangi sentimen ini. Percakapan tersebut memicu kontroversi di kalangan beberapa mahasiswa yang kemudian secara anonim menulis surat kepada surat kabar kampus, mengklaim bahwa Solomon menolak gerakan divestasi bahan bakar fosil sebagai gerakan yang salah arah.
Dia disebut menyarankan para pelajar untuk mengunjungi negara-negara seperti Tiongkok, India, dan Kamboja untuk memahami bagaimana dunia “sebenarnya berfungsi.”
Juru bicara Goldman mengklarifikasi bahwa Solomon tidak bermaksud menyinggung para siswa dengan komentarnya.
Dalam pidatonya pada hari Senin, CEO berusia 61 tahun ini menyebutkan perkembangan geopolitik sebagai katalis untuk pembicaraan yang lebih jujur mengenai energi. Ia menekankan bahwa tanpa energi yang aman dengan harga yang pantas, masyarakat tidak dapat berfungsi dengan baik.
Solomon menyimpulkan dengan mengakui kompleksitas jalur menuju energi berkelanjutan dan menekankan pentingnya memberikan dukungan yang tepat.
Baca Juga
Dampak Sanksi Ekonomi, Rusia Bekukan Aset Goldman Sachs 36 Juta Dolar AS

