Antre di Depan Mesin Fotokopi, Berikutnya Terima Hadiah Nobel
JAKARTA, Investortrust.id - Berterimakasihlah pada mesin pengganda dokumen atau mesin fotokopi. Karena mesin inilah yang telah mempertemukan ilmuwan asal Hungaria, Katalin Kariko, dengan rekan sejawatnya dari Amerika Serikat, Drew Weissman. Dari kolaborasi keduanya, ditemukan molekul mRNA yang pada akhirnya mampu dikembangkan vaksin Covid-19 yang berikutnya menghentikan pandemi.
Setelah berkenalan di depan mesin fotokopi di kantornya BioNTech, keduanya sepakat menjalani penelitian bersama terkait molekul mRNA yang membuka jalan bagi vaksin Covid-19. Berikutnya, keduanya dianugerahi Hadiah Nobel karena penemuan mereka soal molekul mRNA yang membuka jalan bagi dikembangkannya vaksin Covid-19, yang telah menjadi pandemi dunia periode 2019-2022.
Keduanya mengatakan bahwa mereka bertemu dan mulai berbicara pada tahun 1998 saat menunggu giliran mesin fotokopi yang diatur dengan kuota.
"Mungkin sekarang Anda memiliki lebih banyak mesin fotokopi," kata Kariko di Upenn, Senin (2/10/2023) dikutip AsiaOne. "Saya (saat itu) membanggakan bagaimana saya dapat melakukan RNA, dan Drew tertarik pada vaksin, dan itulah bagaimana kolaborasi kami dimulai."
Baca Juga
Kembangkan Vaksin Covid-19, Katalin Kariko dan Drew Weissman Raih Nobel
Kariko dan Weissman
Tumbuh di sebuah desa dalam sebuah rumah tanpa air mengalir dan lemari es di Uni Soviet (kini Rusia), Kariko mendapatkan gelar doktor dalam bidang biokimia di Szeged sebelum dia dan suaminya memutuskan menjual mobil Lada buatan Uni Soviet mereka, menjahitnya sejumlah uang hasil penjualan mobil ke dalam beruang teddy putri mereka, lalu pergi ke Amerika Serikat dengan one way ticket.
Putri Kariko, Susan Francia, saat ini dikenal sebagai perenang nasional Amerika Serikat dan pernah meraih medali emas Olimpiade.
Di Universitas Pennsylvania (UPenn), Kariko mencoba mengubah mRNA menjadi alat pengobatan sepanjang tahun 1990-an. Namun ia mengalami kesulitan mendapatkan dana hibah karena penelitian tentang DNA dan terapi gen justru yang paling menarik perhatian sebagian besar komunitas ilmiah dan pemilik dana pada saat itu.
RNA, atau Asam Ribonukleat, adalah sebuah molekul biologis yang memiliki peran penting dalam penyimpanan, pengiriman, dan ekspresi informasi genetik dalam sel-sel organisme. RNA merupakan salah satu dari dua jenis asam nukleat yang ditemukan dalam sel, yang lainnya adalah DNA (Asam Deoksiribonukleat).
Sementara mRNA, atau Messenger RNA (Asam Ribonukleat Pembawa Pesan), adalah salah satu jenis RNA yang memiliki peran kunci dalam ekspresi genetik dan sintesis protein dalam sel-sel organisme. mRNA berperan sebagai perantara atau "pesan" yang mengirim instruksi genetik dari DNA (Asam Deoksiribonukleat) di inti sel ke ribosom, tempat protein dibuat.
Kariko mengaku sempat harus menahan ejekan dari koleganya di UPenn karena ia ngotot dengan subjek penelitiannya. Termasuk pula ejekan atas kegagalannya untuk mendapatkan hibah penelitian. Kegigihan pada penelitian soal mRNAini pula yang sempat mendegradasi pangkatnya di UPenn dari jalur profesor penuh waktu pada tahun 1995.
Sementara itu koleganya, Weissman mendapatkan gelar doktor dari Universitas Boston pada tahun 1987 dan bergabung dengan UPenn pada tahun 1997.
Baca Juga
Profesor imunologi Sir Andrew Pollard, dari Universitas Oxford, yang mengejar teknologi berbeda saat mengembangkan vaksin Covid yang kurang populer oleh AstraZeneca, mengatakan bahwa "sangat tepat bahwa karya terobosan" yang dilakukan oleh Kariko dan Weissman harus diakui oleh komite Nobel.
Sengketa Penemuan
BioNTech mengatakan pada bulan Juni lalu bahwa sekitar 1,5 miliar orang di seluruh dunia telah menerima suntikan mRNA-nya, yang dikembangkan bersama dengan Pfizer. Suntikan ini adalah yang paling banyak digunakan di negara-negara Barat.
Penghargaan Nobel diberikan pada Kariko dan Weissman, di tengah sejumlah langkah serupa seperti CureVac dari Jerman, yang gagal membawa vaksin Covid ke pasar, serta pesaingnya Moderna, yang saat ini menggugat BioNTech dan Pfizer secara terpisah atas dugaan pelanggaran paten mRNA.
BioNTech dan Pfizer juga mengajukan gugatan terhadap validitas hak kekayaan intelektual yang dipertanyakan.
Pembawa pesan RNA atau mRNAyang ditemukan pada tahun 1961, adalah molekul alami yang berfungsi sebagai resep untuk produksi protein dalam tubuh. Penggunaan mRNA buatan laboratorium untuk menginstruksikan sel-sel manusia dalam pembuatan protein terapeutik, yang sebelumnya dianggap tidak mungkin, menjadi komersial selama pandemi, termasuk juga dilakukan oleh Moderna.
Penggunaan mRNA potensial termasuk terapi kanker dan vaksin melawan malaria, influenza, dan rabies.
Hadiah Nobel di bidang kedokteran sudah diumumkan, sementara lima kategori lainnya akan diumumkan dalam beberapa hari mendatang.
Penghargaan Nobel, yang pertama kali diberikan pada tahun 1901, diciptakan oleh penemu dinamit Swedia dan pengusaha kaya Alfred Nobel.
"Jika Anda tidak menikmati apa yang Anda lakukan, maka Anda sebaiknya tidak melakukannya," kata Kariko. "Jika Anda ingin menjadi kaya, saya tidak tahu jawabannya untuk itu. Tapi jika Anda ingin memecahkan masalah, maka ilmu pengetahuan adauntuk Anda."

