Timur Tengah Bergolak, Maskapai Penerbangan Hindari Wilayah Udara Iran
JAKARTA, investortrust.id - Sejumlah maskapai penerbangan menghindari kawasan udara Iran sebagai tindakan pencegahan di tengah situasi di Timur Tengah yang bergolak setelah Negeri Para Mullah itumeluncurkan lebih dari 200 pesawat tanpa awak (drone) dan rudal ke Israel.
Singapore Airlines (SIA) menyatakan, Minggu (14/4), bahwa mereka akan mengalihkan penerbangan untuk menghindari wilayah udara Iran.
“Sebagai tindakan pencegahan, mulai pukul 13.00 (waktu Singapura) pada 13 April 2024, semua penerbangan Singapore Airlines dan Scoot berhenti terbang melintasi wilayah udara Iran dan menggunakan jalur penerbangan alternatif. Kami memantau dengan cermat situasi di Timur Tengah, dan kami akan menyesuaikan jalur penerbangan sesuai kebutuhan," ujar manajemen Singapore Airlines, seperti dikutip channelnewsasia.com, Minggu (14/4/2024).
Baca Juga
Selain SIA, beberapa maskapai penerbanga, seperti Lufthansa Jerman dan anak perusahaannya, Austrian Airlines, serta maskapai penerbangan Australia, Qantas, melakukan hal serupa.
Pada Jumat (12/4/2024), Lufthansa berhenti menggunakan wilayah udara Iran serta memperpanjang penangguhan penerbangan ke dan dari ibu kota Iran yang dilakukan sejak 6 April 2024.
"Karena situasi saat ini, Lufthansa menangguhkan penerbangannya ke dan dari Teheran hingga Kamis, 18 April," ungkap juru bicara perusahaan itu. Namun, Lufthansa tidak menjelaskan alasan di balik penangguhan tersebut.
Sementara itu, manajemen Austrian Airlines menyatakan, pihaknya mengambil tindakan tersebut akibat situasi di Timur Tengah saat ini demi memprioritaskan keselamatan penumpang.
Baca Juga
Kemenlu: Tidak Ada WNI yang Terdampak Serangan Iran ke Israel
"Bagi Austrian Airlines, keselamatan penumpang dan kru adalah prioritas utama. Situasi di Timur Tengah sedang dievaluasi secara berkelanjutan. Untuk tujuan ini, Austrian terus berhubungan dengan pihak berwenang," jelasnya.
Pada Sabtu (13/4), maskapai penerbangan Australia, Qantas, juga menyatakan akan mengalihkan penerbangan jarak jauhnya antara Perth dan London untuk menghindari wilayah udara Iran.
Penerbangan Perth ke London, yang biasanya menempuh perjalanan nonstop selama 17 setengah jam, kini akan berhenti di Singapura untuk mengisi bahan bakar, sehingga mereka dapat mengangkut penumpang dalam jumlah penuh melalui rute alternatif.
Layanan sebaliknya, London ke Perth akan terus terbang tanpa henti dengan jalur yang telah disesuaikan karena angin yang bertiup. "Kami akan menghubungi pelanggan secara langsung jika ada perubahan pada pemesanan mereka," kata juru bicara Australian Qantas.
Baca Juga
Eskalasi di Timur Tengah Meningkat, Iran Tahan Kapal Kargo Israel
Langkah itu ditempuh sejumlah maskapai penerbangan setelah Iran menyalahkan musuh bebuyutannya, Israel, atas serangan di Suriah bulan ini yang menewaskan dua jenderal Iran. Para petinggi Iran mengancam akan melakukan pembalasan.
Israel telah meningkatkan serangan terhadap sasaran-sasaran yang terkait dengan Iran di Suriah sejak perang di Jalur Gaza yang dimulai Oktober tahun lalu.
Sementara itu, Israel dan negara tetangganya, Yordania, yang terletak di antara Irak dan Israel, menyatakan, Sabtu (13/4), bahwa mereka menutup wilayah udaranya.

