Joe Biden Sebut Pamannya Tewas Dimakan Kanibal, Apa Iya?
JAKARTA, investortrust.id – Presiden Amerika Serikat Joe Biden mengklaim pamannya, yang bertugas di militer AS, dimakan oleh kanibal setelah pesawatnya ditembak jatuh pada Perang Dunia II. Dikatakan Biden saat mengunjungi tugu peringatan perang di kampung halamannya, Scranton, Pennsylvania, Rabu (17/4/2024) waktu setempat, pamannya, Ambrose Finnegan, yang bertugas di militer, ditembak jatuh di daerah yang "banyak kanibal" di New Guinea selama Perang Dunia II.
Dalam kesempatan kunjungannya ke Scranton, Biden memberi penghormatan kepada Finnegan dan meletakkan tangannya di atas ukiran nama pamannya di tembok peringatatan, demikian dilaporkan The New York Post.
"Dia menerbangkan pesawat bermesin tunggal, penerbangan pengintaian di atas Papua Nugini. Dia mengajukan diri karena tidak ada yang bisa hadir. Dia ditembak jatuh di daerah yang terdapat banyak kanibal di Papua pada saat itu," kata Biden kepada wartawan di Scranton.
"Mereka tidak pernah menemukan jenazahnya. Namun pemerintah kembali, ketika saya turun ke sana, dan mereka memeriksa dan menemukan beberapa bagian pesawat," katanya.
Sementara itu di kesempatan berbeda, Pentagon mengklarifikasi bahwa jenazah Ambrose Finnegan sejatinya tidak pernah ditemukan, dan masih belum ditemukan.
Baca Juga
Informasi berbeda ini disampaikan Pentagon Defence POW/MIA Accounting Agency dalam pernyataannya, yang menyebut bahwa pesawat Finnegan terpaksa mendarat darurat di laut lepas pantai utara New Guinea karena "alasan yang tidak diketahui", pada 14 Mei 1944.
Kedua mesin pesawat mati di ketinggian rendah, dan hidung pesawat membentur air dengan keras. Tiga orang dilaporkan gagal keluar dari bangkai kapal yang tenggelam, dan hilang dalam kecelakaan itu. Seorang awak berhasil diselamatkan oleh tongkang yang lewat. “Pencarian udara berikutnya tidak ditemukan jejak pesawat yang jatuh, serta awak yang hilang,” demikian Pentagon Defence POW/MIA Accounting Agency dalam penjelasannya.
Pernyataan itu juga mengatakan bahwa Ambrose Finnegan, yang berada di Angkatan Udara AS dari Pennsylvania, adalah seorang penumpang di pesawat tersebut dan jenazahnya tidak pernah ditemukan, dan masih belum ditemukan.
Sementara itu, di Pittsburgh, Biden mengulangi ceritanya tentang pamannya. Ia sampaikan cerita tersebut ketika mengkritik mantan Presiden Donald Trump yang dilaporkan melewatkan upacara militer di dekat Paris pada tahun 2018, dan menyebut pasukan AS yang gugur sebagai “orang bodoh” dan “pecundang”.
Biden mengklaim Trump "menolak menghadiri peringatan para veteran di Paris", The New York Post melaporkan baru-baru ini.
"Pengisap dan pecundang? Pria itu tidak pantas menjadi panglima tertinggi putra saya," kata Biden emosional ketika berbicara tentang putranya, Beau, yang meninggal pada tahun 2015 karena kanker otak. Beau adalah seorang veteran Angkatan Darat AS.

