Konflik di Laut Merah Makin Membara, Ini Solusi dari PM Qatar
DAVOS, Investortrust.id – Situasi Laut merah yang memanas setelah Amerika Serikat dan Inggris menggempur militan Houthi di Yaman membuat geopolitik di kawasan Timur Tengah makin terpecah.
Baca Juga
Pengalihan Rute Kapal Tanker di Laut Merah Berpotensi Kerek Harga Minyak
Apalagi, setelah kelompok Houthi yang didukung Iran mengancam akan melakukan balasan dan terus menyerang kapal tanker minyak yang lewat di Laut Merah.
Qatar, yang kerap menjadi penengah dalam berbagai koflik di Timut Tengah, bersuara di World Economic Forum.soal situasi itu.
Qatar mendesak pihak-pihak terkait untuk mengupayakan solusi diplomatik atas konflik di Laut Merah di tengah serangan udara Amerika Serikat dan Inggris terhadap kelompok Houthi di Yaman.
“Kami selalu lebih memilih diplomasi dibandingkan penyelesaian secara militer," kata Perdana Menteri Qatar Mohammed bin Abdulrahman Al-Thani dalam Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, Selasa (16/01/2024), yang dipublikasikan WEF.
AS dan Inggris melancarkan serangan udara yang menyasar sejumlah lokasi kelompok Houthi di beberapa kota di Yaman. Gempuran itu merupakan balasan atas serangan-serangan Houthi terhadap kapal-kapal dagang di Laut Merah.
Serangan Houthi terhadap kapal-kapal komersial di Laut Merah telah menyebabkan perusahaan-perusahaan logistik terpaksa menggunakan rute alternatif yang lebih panjang dan mahal di sekitar Afrika, yang menimbulkan kekhawatiran akan inflasi dan gangguan rantai pasokan.
Houthi berdalih serangan mereka terhadap kapal-kapal yang diyakini memiliki hubungan dengan Israel bertujuan untuk menekan Tel Aviv agar menghentikan pembantaian maut yang dilancarkannya di Jalur Gaza.
Al-Thani berpendapat masalah Laut Merah tidak bisa dilepaskan dengan konflik Israel-Hamas di Gaza. “Kita perlu mengatasi masalah yang sesungguhnya, yaitu Gaza, sehingga segala sesuatunya dapat dihentikan,” katanya.
Karena itu, menurut Al Thani, tidak boleh hanya fokus pada konflik-konflik kecil. Konflik utamanya ada di Gaza. “Saya yakin konflik lainnya akan mereda kalau konflik utama di Gaza bisa diselesaikan,” ujarnya.
Baca Juga
Akibat Serangan Houthi, Lalu Lintas Laut Merah Turun 25% sepanjang Desember 2023

