3 Mata Uang Kripto Ini Berpotensi Jadi “The Next Bitcoin"
JAKARTA, Investortrust.id – Mata uang kripto Bitcoin (BTC-USD) telah dinilai sebagai sebuah cerita keberhasilan fenomenal di mata uang kripto. Angka pertumbuhan kinerjanya memang cukup mentereng. Tengok kinerjanya antara tahun 2010 hingga 2022, ia mampu memberikan rata-rata return tahunan sebesar 1.576% dan total pengembalian sebesar 18.912%.
Kapitalisasi pasar Bitcoin yang mencapai US$602 miliar juga telah menyumbang sekitar 60% dari total modal dalam seluruh pasar kripto. Meskipun beberapa skema penipuan spektakuler juga sering menghinggapi Bitcoin, mata uang kripto ini tetap ada dan banyak proyek besar yang akan menjadi solusi dari sejumlah persoalan yang masih mewarnai mata uang berbasis block chain.
Oleh karena itu para investor di sektor ini masih terus mencari The Next Bitcoin. Dilansir InvestorPlace.com, para investor tengah mencari kriptokurensi yang memiliki kegunaan dan terintegrasi lebih luas dalam sistem keuangan, seperti halnya Bitcoin.
Baca Juga
Namun di luar Bitcoin, Alex Sirois dari InvestorPlace.com menyebutkan terdapat tiga koin atau mata uang kripto alternatif yang berpotensi membesar layaknya Bitcoin.
Quant (QNT-USD)
Nama pertama yang disebut Sirois adalah Quant (QNT-USD), sebuah mata uang kripto yang saat ini memiliki fungsi memfasilitasi interoperabilitas antara beberapa blockchain. Pada dasarnya, kata Sirois, Quant menghubungkan blockchain individu melalui aplikasi terdesentralisasi (dApps). dApps adalah aplikasi Web 3.0 yang memungkinkan pengguna berinteraksi dengan blockchain. “Quant memfasilitasi gagasan besar yang sulit untuk dipahami sepenuhnya, tetapi tetap sangat penting,” kata Sirois.
Hal lain yang perlu diperhatikan tentang Quant adalah bahwa semuanya mematuhi ISO 20022, sebuah standarisasi global yang mengatur standar komersial dan industri, termasuk yang berkaitan dengan integrasi sistem keuangan. Pada tahun 2025, semua lembaga keuangan harus dapat memproses transaksi pembayaran yang mematuhi ISO. Quant diprediksi akan menjadi mainstream di tahun tersebut.
Disampaikan Sirois, interoperabilitas menjadi kunc. Kriptokurensi memang saat ini masih berada dalam fase "Wild West"alias tanpa aturan yang lebih rigid, “Tetapi kepatuhan ISO 20022 dan integrasi akan membawanya ke pemenuhan standar dalam mainstream keuangan,” tuturnya.
Baca Juga
Bitcoin Bangkit, Harganya Melejit Tembus US$ 35 Ribu per Keping
Hedera (HBAR-USD)
Nama Hedera (HBAR-USD) menurutnya layak disebut mengingat kriptokurensi ini unggul sebagai peloporidentifikasi mata uang kripto. Hedera sangat terkait dengan kegunaan di perusahaan. Perusahaan mulai beralih ke kriptokurensi dalam berbagai tingkat selama pandemi dan terus mengintegrasikannya saat ini. “Hedera adalah salah satu nama yang pertama kali dipikirkan oleh perusahaan saat peluang kriptokurensi meningkat. Ketika saatnya tiba untuk menambahkan fungsionalitasnya, Hedera memiliki peluang karena telah memiliki dasar,” ujar Sirois.
Soal compliance, Hedera juga mematuhi ISO 20022, yang makin memperkuat narasi tadi. Lembaga keuangan besar sedang mengembangkan bisnis kriptonya sendiri. Hedera mungkin tidak memiliki peluang besar untuk masuk ke dalam perusahaan-perusahaan besar itu, namun, sektor UMKM yang tidak memiliki sumber daya sebesar bank berkapitalisasi masih suatu saat akan mencari integrasi kriptokurensi dan fungsionalitas secara massal. Itulah salah satu alasanHedera disebut sebagai salah satu “The Next Bit”coin”. Proyek Hedera telah dipersiapkan untuk peluang-peluang di bidang fintech yang semakin berkembang, dan kepatuhan pada ISO 20022 menggambarkan kekuatan Hedera.
Cardano (ADA-USD)
Cardano (ADA-USD) juga salah satunya yang comply pada ISO 20022. Cardano dikembangkan dengan tujuan kesuksesan jangka panjang sebagai tujuan utamanya. Cardano memang tidak mendapatkan banyak perhatian, yang menjadi kebalikan dari koin meme, yang bertujuan untuk membangun kegunaan terlebih dahulu sebagai fokus.
“Para pengembang Cardano memahami bahwa permainansebenarnya adalah soal integrasi yang lebih luas. Cardano, dan pemenang jangka panjang lainnya, akan menjadi bagian dari evolusi uang. Ini berarti bahwa pengembangan pada akhirnya adalah evolusi dan integrasi ke dalam sistem keuangan, bukan penggantian sistem keuangan secara keseluruhan,” ujar Sirois.
Baca Juga
Cardano memang belum sesuai dengan kerangka ideal "Bitcoin" selanjutnya, dalam arti bahwa nilai Cardano tidak realistis meningkat hingga US$28.000. Saat ini, nilainya diperdagangkan dengan harga kurang dari US$ 0,3. Namun, ia memiliki potensi untuk tumbuh dalam dekade mendatang seperti halnya Bitcoin dari tahun 2010 hingga 2020.
Disclaimer: Artikel ini tidak merekomendasikan apapun bagi pembaca. Segala keputusan terkait risiko dan keuntungan sepenuhnya berada di tangan pembaca.
