Saham Perusahaan Minyak Terkerek Saat Pasar Eropa Terkoreksi
JAKARTA, Investortrust.id - Pasar saham Eropa ditutup lebih rendah pada hari Selasa waktu setempat seiring minimnya stimulus.penggerak pasar.
Baca Juga
Indeks Stoxx 600 berakhir 0,2% lebih rendah. Saham perusahaan bahan kimia turun sekitar 1,2%. Sedangkan, saham perusahaan minyak dan gas melonjak 1,2%.
Setelah ditutup datar pada hari Senin, pasar seakan kehilangan momentum sepanjang sesi setelah beberapa bank terbesar Tiongkok memangkas suku bunga pada sejumlah deposito.
Saham-saham di Asia-Pasifik melemah pada hari Selasa karena para pedagang menilai data jasa Tiongkok yang lemah, sementara pasar AS tergelincir setelah Hari Buruh.
Produsen obat asal Denmark, Novo Nordisk, ditutup menguat 1%, setelah melonjak 1,7% pada perdagangan sore hari karena perusahaan ini memperkuat posisinya sebagai perusahaan paling bernilai baru di Eropa.
Ini melampaui raksasa barang mewah LVMH pada penutupan hari Senin setelah sempat mengambil posisi teratas minggu lalu, saat meluncurkan obat penurun berat badan Wegovy di Inggris.
Novo Nordisk ditutup dengan kapitalisasi pasar sekitar $428,3 miliar, termasuk saham yang tidak terdaftar, lebih tinggi dari LVMH yang berjumlah $417,86 miliar, menurut data LSEG.
Ekspektasi inflasi konsumen zona Euro untuk tiga tahun dari sekarang meningkat pada bulan Juli, menurut survei terbaru dari Bank Sentral Eropa, dari 2,3% menjadi 2,4%. Ekspektasi satu tahun tidak berubah pada 3,4%.
Baca Juga
Inflasi Melandai, ECB Dilematis Lepas atau Tetap Kerek Suku Bunga
Hal ini akan menjadi berita yang tidak menyenangkan bagi ECB, yang telah menaikkan suku bunga menjadi 3,75% selama setahun berturut-turut. Upaya ini untuk mengurangi ekspektasi harga jangka panjang dan menarik inflasi ke target 2%.
Namun, Eropa juga harus menghadapi kondisi perekonomian yang memburuk dan peringatan akan meningkatnya risiko resesi pada kuartal ketiga. Angka PMI zona euro untuk bulan Agustus juga dirilis pada hari Senin menunjukkan penurunan output paling tajam selama 33 bulan, karena industri jasa dan manufaktur dalam wilayah kontraksi.
Baca Juga

