Bagikan

Harga Bitcoin Bisa Tembus US$1,48 Juta per Keping di 2030

JAKARTA, Investortrust.id - Cathie Wood dari ARK Invest dalam sebuah penelitiannya menyebut bahwa harga Bitcoin bisa mencapai US$1,48 juta pada tahun 2030, ditopang oleh  alokasi institusional yang semakin bertumbuh, peningkatan daya beli, plus sejumlah penggunaan dan transaksi yang akan mendorong harga Bitcoin.

Dalam sebuah  wawancara di program "Coin Stories," yang dipandu  Natalie Brunell dari Thestreet.com,  Cathie Wood mengungkapkan  tiga skenario target harga potensial Bitcoin.  Skenario bearish  adalah US$258.000 per Bitcoin pada 2030. Sementara skenario dasar angka Bitcoin akan berada di level US$682.000, dan berikutnya skenario bullish di angka US$1,48 juta. 

Baca Juga

Pendiri Bursa Kripto FTX Sam Bankman-Fried Bisa Dihukum Penjara 115 Tahun

Wood menjelaskan bahwa nilai BTC seharusnya meningkat sembilan kali lipat atau lebih pada awal dekade berikutnya, sebagian berkat adopsi institusional yang semakin bertumbuh.

"Ketika kelas aset baru muncul, apa yang dilakukan institusi adalah mereka mulai dengan (menyimpan) 1%, lalu mereka beralih ke 2%, dan kemudian mereka beralih ke 5%," kata Wood. "Ketika ada kelas aset baru, institusi itu cenderung berakhir (menyimpan) di kisaran 5% hingga 6%. Ini terjadi pada aset nyata, itu terjadi pada ekuitas swasta, modal ventura ... itu terjadi pada seluruh kategori pasar negara berkembang."

Wood juga menyoroti nilai Bitcoin yang semakin meningkat sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi, dan ini akan meningkatkan permintaan dalam beberapa tahun mendatang.

"Jika kami benar, dan daya beli Bitcoin menjadi semakin jelas dalam beberapa tahun mendatang - artinya daya beli meningkat daripada dolar tunai yang tetap stagnan, itupun jika dolar tidakmerosot. Maka ke depan lebih banyak perbendaharaan korporat akan menyertakan Bitcoin dalam neraca mereka," katanya.

Baca Juga

Investor Bitcoin Wait and See Jelang Rilis Data Inflasi 

"Mengapa Anda (harus) punya, (Karena Anda) tahu95% dari uang Anda dalam aset yang nilainya akan merosot, lalu  Anda  menginvestasikannya dalam aset setara tunai seperti Bitcoin,” lanjutnya.

Terakhir, Wood menunjukkan bahwa Bitcoin juga memiliki manfaat sebagai sarana untuk remittensi yang lebih efisien di tengah inflasi berkelanjutan, dan penurunan nilai mata uang di seluruh dunia.

"Remittensi atau pengiriman uang adalah pasar besar lainnya," tambahnya. "(Pasarnya adalah) semua populasi yang terkena gejolak mata uang  yang menghancurkan nilai  mutlak kekayaan mereka saat terjadi hiperinflasi."

Untuk bisa mencapai nilai lebih dari US$1 juta dalam beberapa tahun mendatang bagi Bitcoin,  Bitcoin hanya perlu menggantikan sebagian kecil dari aset penyimpanan kekayaan lainnya dalam portofolio investor.

"Ketika Anda berpikir soal aset-aset besar,  dengan nilai ratusan triliun dolar di dunia, (pasti akan disebut) aset seperti ekuitas, aset riil, dan obligasi.  Jika Bitcoin hanya menggantikan sedikit dari masing-masing aset itu... jumlah per Bitcoin benar-benar bisa mengubah hidup banyak orang," demikian Brunell menyimpulkan.

The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024