JP Morgan Ramal 2024 akan Jadi Tahun Membosankan bagi Ekonomi AS, Apa Alasannya?
JAKARTA, investortrust.id – JP Morgan meramalkan, perekonomian Amerika Serikat (AS) sulit tumbuh sesuai target sebesar 2%, inflasi 2%, dan tingkat pengangguran tetap berada di angka 4%. Lembaga keuangan papan atas ini melihat ada beberapa risiko yang dapat membuat prediksi itu meleset.
“Berbagai permasalahan yang pernah terjadi, berpotensi memicu resesi, yang membuat perekonomian AS tumbuh lebih lambat. Hal ini akan menjadikan tahun 2024 sebagai tahun penuh harapan, namun harapan itu bisa saja tidak tercapai,” ungkap Direktur Kepala Strategi Global JP Morgan Asset Management, Dr. David Kelly, CFA melalui keterangan tertulis, Selasa (26/12/2023).
Menurut JP Morgan, tingkat permintaan (konsumsi) AS tahun 2024 turun secara perlahan dibanding tahun 2023. Performas positif 2023 tampak pada GDP AS yang tumbuh 3% pada kuartal-III 2023. Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan belanja masyarakat dan pemerintah, kuatnya investasi, persediaan yang memadai, dan meningkatkan perdagangan internasional.
Idealnya, menurut JP Morgan, perdagangan internasional bisa menjadi pendorong pertumbuhan AS tahun 2024. Asumsinya kurs dolar masih sangat tinggi dan pertumbuhan global yang cenderung lamban. Oleh sebab itu, JP Morgan memproyeksikan peningkatan permintaan di AS dapat menyokong pertumbuhan GDP 2% tahun 2024.
Baca Juga
Suku Bunga Diramal Turun, JP Morgan Jagokan Obligasi Jangka Menengah 2024
Pada sisi lain, tingkat pengangguran berada pada kisaran sempit antara 3,4% dan 4% sejak Desember 2021, dan bisa bertahan pada kisaran ini pada 2024. Dengan produktivitas pekerja yang juga terus meningkat 1,1%, dapat mendorong peningkatan GDP sebesar 2% tanpa membuat ekonomi overheating.
Melihat transisi ekonomi yang berpeluang meningkat 2% dan angka pengangguran 4%, JP Morgan menilai inflasi seharusnya akan terus mengalami tren penurunan.
"Inflasi AS mengalami penurunan yang signifikan pada tahun 2023 dan dapat mencapai sasaran The Fed sebesar 2% lebih cepat dari perkiraan pada tahun 2024. Namun, seperti yang kami catat dalam Asumsi Pasar Modal Jangka Panjang, inflasi AS dapat mendekati 2,5% pada dekade berikutnya," tutur David Kelly.
JP Morgan juga menilai, real estat telah terbukti menjadi pelindung nilai inflasi yang efektif seiring berjalannya waktu, karena biaya yang lebih tinggi dapat dibebankan melalui harga sewa yang lebih tinggi.
Baca Juga
Bank JP Morgan's Chase Larang Transaksi Kripto Mulai Oktober 2023
