Australia Pertahankan Suku Bunga, Pasar Asia Melemah
JAKARTA, Investortrust.id – Pasar Asia-Pasifik sebagian besar melemah dalam perdagangan Selasa (5/9/2023).
Pelemahan ini terjadi ketika bank sentral Australia mempertahankan suku bunga kebijakan acuannya sebesar 4,1% untuk bulan ketiga berturut-turut. Investor juga menilai data inflasi dan aktivitas bisnis dari seluruh wilayah.
Baca Juga
Raksasa Properti Evergrande Ajukan Pailit, Pasar Saham Asia Terpuruk
Keputusan Reserve Bank of Australia ini sejalan dengan ekspektasi para ekonom yang disurvei oleh Reuters.
S&P/ASX 200 sempat berbalik arah setelah pengumuman, tapi ditutup sedikit lebih rendah menjadi ditutup pada 7,314.3.
Di tempat lain, tingkat inflasi Korea Selatan pada bulan Agustus lebih tinggi dari perkiraan sebesar 3,4%. Investor juga menilai purchasing managers index indeks PMI ( indeks manajer pembelian dari Tiongkok, India dan Hong Kong.
Indeks Hang Seng Hong Kong memimpin penurunan di Asia dan turun 1,98%, sementara pasar Tiongkok daratan juga berada di wilayah negatif, dengan CSI 300 turun 0,83%.
Baca Juga
Tak Sesuai Ekspektasi, Bank Sentral China Hanya Pangkas Suku Bunga 1 Tahun
Kospi Korea Selatan turun 0,09% menjadi berakhir pada 2,582.18, sedangkan Kosdaq naik 0,25% menjadi berakhir pada 921,48.
Nikkei 225 Jepang juga membalikkan kerugian dan naik 0,3%, ditutup pada 33,036.76, menandai kenaikan tujuh hari berturut-turut dan pertama kalinya Nikkei melewati angka 33,000 sejak 1 Agustus. Topix naik 0,17% menjadi berakhir pada 2,377.85, juga mencatat kenaikan tujuh- hari berturut-turut.
Pasar Amerika Serikat (AS) tutup pada Senin (4/9) untuk libur Hari Buruh. Namun kontrak berjangka untuk tiga indeks utama sedikit berubah, dengan Dow Jones Industrial Average dan S&P 500 berjangka sedikit di bawah garis datar dan Nasdaq Composite naik tipis
Di Jakarta, indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) melemah, meskipun sempat menyentuh level di atas 7.000.
Baca Juga
Sempat Sentuh 7.014, IHSG Sesi I Berbalik Turun Tipis, GTBO Tercuan
.

