Investor OpenAI Prediksi AI akan Ubah Ekonomi Global dalam 25 Tahun Mendatang
JAKARTA, investortrust.id - Miliarder dan pendukung awal OpenAI, Vinod Khosla memperkirakan kecerdasan buatan (AI) akan mengubah perekonomian global secara fundamental.
“AI akan menyebabkan deflasi ekonomi dalam 25 tahun mendatang,” kata Khosla, di laman resmi X miliknya, dikutip Selasa (26/12/2023).
Khosla mengatakan, modal akan menjadi barang langka untuk sementara waktu. PDB yang jadi ukuran dan perekonomian saat ini dinilai kurang relevan. Tapi barang dan jasa seharusnya bisa melimpah. “Pertanyaan kuncinya adalah tindakan dan pertanyaan yang tepat,” kata dia.
Dikutip dari Business Insider, Khosla merupakan pioner OpenAI. Perusahaan permodalan miliknya menyuntik dana US$ 50 juta ke perusahaan itu pada 2019.
Baca Juga
Sssttt...! Pasar Kripto Berpotensi Bullish sampai 2025, Ini Katalisnya
Lelaki berusia 68 tahun tersebut kerap memaparkan peluang dan risiko yang muncul dari AI. Pada 12 Desember 2023 lalu, dia menyebut AI bukanlah ancaman besar bagi dunia.
“Sejauh ini, risiko yang lebih besar dan lebih tinggi yang perlu dikhawatirkan adalah China, bukan AI,” kata dia.
Selain Khosla, sosok yang memperkirakan dampak ekonomi dari AI adalah Elon Musk. Taipan teknologi ini meramalkan perekonomian bisa menjadi “quasi-infinite” jika robot AI miliknya, Optimus dapat mengerjakan pekerjaan manual.
“Masa depan di mana tidak ada kemiskinan, di mana Anda bisa mendapatkan apapun yang Anda inginkan baik produk dan layanan,” ucap dia.
Baca Juga
Humane AI Pin, Perangkat Berbasis Artificial Intelligence yang Dipasang di Baju

