Peringatkan Barat Risiko Perang Nuklir, Putin Tegaskan Bisa Serang Target-target di Barat
JAKARTA, Investortrust.id - Presiden Vladimir Putin memperingatkan negara-negara Barat bahwa mereka berisiko memprovokasi terjadinya perang nuklir jika mereka mengirim pasukan untuk bertempur ke Ukraina. Putin juga memperingatkan negara-negara Barat bahwa Moskow memiliki senjata untuk menyerang target di Barat.
Perang di Ukraina telah memicu krisis terburuk dalam hubungan Moskow dengan Barat sejak Krisis Rudal Kuba 1962. Putin sebelumnya telah berbicara tentang bahaya konfrontasi langsung antara NATO dan Rusia, tetapi peringatan tentang perang nuklir yang ia sampaikan Kamis (29/1/2024) adalah salah satu yang paling verbal.
Di hadapan para anggota parlemen dan para pimpinan negara, Putinmengulangi tuduhannya bahwa Barat bertekad melemahkan Rusia, dan Putin menduga para pemimpin Barat tidak memahami seberapa berbahaya jika mereka ikut campur tangan mereka dalam apa yang dia gambarkan sebagai urusan internal Rusia.
Dia memulai peringatannya tentang nuklir dengan merujuk secara khusus pada gagasan, yang diutarakan oleh Presiden Prancis Emmanuel Macron pada awal pekan ini. Macron menyebut potensi anggota NATO Eropa yang akan mengirim pasukan daratnya ke Ukraina. Sebuah saran yang segera ditolak oleh Amerika Serikat, Jerman, Britania Raya, dan beberapa negara lainnya.
Baca Juga
Tanggapi Peringatan Moskow, Negara Sekutu NATO Tolak ‘Pertikaian Langsung’ dengan Rusia
"(Negara-negara Barat) harus menyadari bahwa kami juga memiliki senjata yang dapat menyerang target di wilayah mereka. Semua ini benar-benar bisa berujung pada konflik dengan penggunaan senjata nuklir dan penghancuran peradaban. Apakah mereka tidak mengerti itu? " kata Putin dikutip AsiaOne.com, Jumat (1/3/2024).
Berbicara menjelang pemilihan presiden pada 15-17 Maret, yang oleh banyak kalangan bsia dipastikan akan memperpanjang masa jabatannyadi enam tahun ke depan, Putin memuji apa yang dia katakan sebagai modernisasi besar-besaran artileri nuklir Rusia, sebagai yang terbesar di dunia.
"Kekuatan nuklir strategis berada dalam kondisi siap tempur penuh," katanya, seraya menyebut bahwa nuklir hipersonik generasi baru yang pernah ia bicarakan pada tahun 2018, kini telah siap dikerahkan atau berada pada tahap diselesaikannya masa pengembangan dan pengujian.
Dengan gestur marah yang amat kentara, Putin menyarankan politisi Barat mengingat nasib orang-orang seperti Adolf Hitler dan Napoleon Bonaparte yang gagal menyerang Rusia di masa lalu.
"Tetapi sekarang konsekuensinya akan jauh lebih tragis," kata Putin. "Mereka pikir ini (perang) adalah kartun," katanya. Putin juga menuduh politisi Barat lupa apa artinya perang yang sesungguhnya, karena mereka tidak menghadapi tantangan keamanan yang sama seperti yang dihadapi orang Rusia dalam tiga dekade terakhir.
Kekuatan Rusia sekarang, lanjut Putin, memiliki keunggulan di medan perang Ukraina dan sedang maju di beberapa tempat. Rusia juga harus meningkatkan jumlah pasukan yang ditempatkan di perbatasan baratnya dengan Uni Eropa setelah Finlandia dan Swedia memutuskan untuk bergabung dengan aliansi militer NATO, tambahnya.
Putin juga menolak asumsi Barat bahwa pasukannya bisa melampaui Ukraina dan menyerang negara-negara Eropa. Asumsi itu ia sebut "omong kosong". Dia juga mengatakan Moskow tidak akan mengulangi kesalahan Uni Soviet dan membiarkan Barat "menyeret"nya ke dalam perlombaan senjata yang akan menghabiskan terlalu banyak anggaran.

