Biden Peringatkan Iran Tidak Serang Kepentingan Israel
JAKARTA, investortrust.id - Presiden Amerika Serikat Joe Biden memperingatkan Iran untuk tidak menyerang Israel, meskipun sejumlah laporan mengatakan bahwa negara Timur Tengah tersebut telah menyiapkan lebih dari 100 rudal jelajah dan banyak drone untuk tugas tersebut.
Sementara itu Israel menyatakan siap menghadapi serangan Iran atas pembalasan serangan udara ke konsulatnya di Suriah sekitar dua pekan lalu. Presiden AS Joe Biden pun memperbarui dukungannya terhadap negara Yahudi tersebut sambil meluncurkan peringatan kepada Iran.
Berbicara kepada wartawan pada hari Jumat, Biden menyarankan Iran agar tidak menyerang Israel. “Jangan,” katanya singkat, menggarisbawahi komitmen Washington untuk membela sekutunya, seperti dikutip Indiatoday, Sabtu (13/4/2024).
"Kami komitmen untuk membela Israel. Kami akan mendukung Israel. Kami akan membantu membela Israel dan Iran tidak akan berhasil. Terima kasih banyak," tambah Joe Biden.
Sejumlah laporan menyebutkan Iran telah menyiapkan lebih dari 100 rudal jelajah dan sejumlah drone untuk melancarkan serangan terhadap sasaran militer di Israel, seperti ditulis ABC News dan CBS News yang mengutip para pejabat AS. Serangan terhadap Israel dapat dilakukan baik oleh pasukan Iran maupun proksi yang didukung Iran.
Baca Juga
AS Peringatkan Israel Potensi Serangan Balasan Iran pada 48 Jam ke Depan
Berikut ini adalah perkembangan utama seputar konflik antara Israel dan Iran:
- - Joe Biden mengatakan pada hari Jumat (12/4/2024) bahwa dia memperkirakan Iran akan menyerang Israel “lebih cepat, daripada terlambat”, sambil menahan diri untuk tidak membagikan informasi rinci terkait keamanan kepada wartawan di Gedung Putih.
- - Para pejabat AS yang menyebutkan Iran menyiapkan drone dan rudal untuk menyerang Israel mengatakan kepada CBS News, mengatakan bahwa akan sulit bagi negara Yahudi tersebut untuk mempertahankan serangan sebesar itu. Mereka menengarai Iran tak akan melakukan serangan skala kecil untuk mencegah ketegangan militer yang lebih besar.
- - Kepala Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) Jenderal Michael Erik Kurilla pada hari Jumat (12/4/2024) bertemu dengan Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant dan Kepala Pasukan Pertahanan Israel (IDF) Letnan Jenderal Herzi Halevi di Israel. Kantor Gallant mengatakan kedua belah pihak membahas “kesiapan” untuk serangan Iran, yang “dapat menyebabkan eskalasi regional”.
- - Militer AS menempatkan kembali dua kapal perusak pada hari Jumat (12/4/2024) di Timur Tengah untuk membantu mempertahankan Israel dan pasukan Amerika jika terjadi serangan yang sangat dinantikan dari Iran, The Wall Street Journal melaporkan. Satu kapal perusak sudah berada di wilayah tersebut sementara kapal perusak kedua telah dialihkan. Salah satu kapal perusak dilaporkan dilengkapi sistem pertahanan rudal Aegis.
- - Beberapa negara telah mengeluarkan peringatan perjalanan kepada warganya dan pejabat kedutaan mereka di Israel di tengah ancaman Iran yang akan datang. Perancis, Polandia, Rusia dan India adalah beberapa negara yang telah mengeluarkan peringatan tersebut. AS telah meminta pejabat kedutaan besarnya dan anggota keluarga mereka untuk membatasi perjalanan ke luar Tel Aviv, Yerusalem dan Be'er Sheva di Israel.
- - Maskapai penerbangan Lufthansa Jerman mengatakan pihaknya telah menangguhkan penerbangan ke dan dari Teheran hingga tanggal 13 April. Anak perusahaan Lufthansa, Austrian Airlines, juga mengatakan pihaknya menangguhkan semua penerbangan dari Wina ke Teheran hingga tanggal 18 April sebagai respons terhadap meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, menurut laporan Reuters.
- - Iran dilaporkan telah memberi isyarat bahwa tanggapan mereka terhadap serangan udara tanggal 1 April akan ditujukan untuk menghindari eskalasi besar dan tidak akan dilakukan secara tergesa-gesa. Pesan tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amirabdollahian kepada AS saat berkunjung ke Oman baru-baru ini, kantor berita Reuters melaporkan.
- - Menteri Luar Negeri AS Antony J Blinken berbicara dengan Menteri Luar Negeri Yordania Ayman Safadi pada hari Jumat untuk membahas “kebutuhan mendesak untuk menghindari eskalasi lebih lanjut” di Iran serta upaya diplomatik untuk mengakhiri krisis Gaza, kata pernyataan Departemen Luar Negeri.
- - Israel tidak mengaku bertanggung jawab atas serangan udara terhadap konsulat Iran di Suriah pada 1 April. Namun, Pentagon membenarkan hal tersebut. Serangan tersebut menyebabkan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei mengatakan bahwa serangan terhadap Israel "tidak dapat dihindari" dan bahwa negara Yahudi "akan dihukum".

