Joe Biden Ingatkan PM Israel Tak Serang Kota Rafah di Gaza
JAKARTA, investortrust.id - Presiden Amerika Serikat, Joe Biden, memberi peringatan kepada Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, untuk tidak melakukan operasi militer besar-besaran dalam rangkaian membasmi kelompok pejuang Palestina, Hamas, di Kota Rafah, Gaza Selatan.
Juru Bicara Keamanan Nasional Gedung Putih, John Kirby menyebutkan, peringatan yang diberikan oleh Joe Biden tersebut muncul karena serangan besar-besaran Israel hanya akan menyebabkan lebih banyak kematian dan memperburuk keadaan.
“Presiden (Joe Biden) tidak ingin melihat operasi di Rafah menimbulkan risiko lebih besar bagi lebih dari 1 juta orang yang mencari perlindungan di sana,” kata John Kirby, dikutip dari LBC, Selasa (7/5/2024).
Baca Juga
John Kirby mengungkapkan, kekhawatiran para pejabat Gedung Putih meningkat ketika Israel pada hari Senin (6/5/2024) memerintahkan sekitar 100.000 warga Palestina untuk mengungsi dari Rafah dan mulai melakukan serangan yang ditargetkan di bagian Timur kota tersebut.
Sejauh ini diketahui bahwa lebih dari 34.000 warga Palestina tewas dalam perang yang dimulai setelah Hamas melancarkan serangan terhadap Israel pada 7 Oktober 2023 yang menewaskan 1.200 orang. Sekitar 250 orang juga disandera dalam serangan itu.
Kepala Program Pangan Dunia Perserikatan Bangsa-Bangsa, Cindy McCain, mengatakan pada hari Minggu (5/5/2024) bahwa Gaza Utara telah memasuki kelaparan besar-besaran setelah hampir tujuh bulan perang.
Baca Juga
Dilaporkan bahwa dalam beberapa hari terakhir, para pejabat Mesir dan Hamas mengatakan gencatan senjata akan dilakukan dalam serangkaian tahap di mana Hamas akan melepaskan sandera yang mereka tahan sebagai imbalan atas penarikan pasukan Israel dari Gaza.
Biden juga mengatakan kepada Netanyahu bahwa dia masih yakin mencapai gencatan senjata dengan Hamas adalah cara terbaik untuk melindungi nyawa sandera Israel yang ditahan di Gaza. Israel mengatakan Hamas menyandera sekitar 100 orang dan lebih dari 30 orang lainnya di Gaza.

