Israel Peringatkan Hisbullah Tak Ikut Campur di Gaza
JAKARTA, Investortrust.id - Penasehat Keamanan Nasional Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menyatakan konflik dengan Hizbullah di Lebanon yang berbarengan dengan penyerbuan ke Gaza dinilai masih terkendali. Namun demikian Israel memperingatkan Hizbullah untuk tidak mengambil tindakan yang dapat berujung pada "penghancuran" Lebanon.
Disampaikan Tzachi Hanegbi dalam sebuah siaran televisi, Sabtu waktu setempat (14/10/2023), Israel tengah fokus pada penyerbuan di daerah kantung Palestina, Jalur Gaza, markas para militan Hamas yang telah melakukan serangan besar-besaran di kota-kota selatan Israel pekan lalu. Israel, kata Tzachi, berusaha untuk tidak terlibat dalam perang dua front.
Baca Juga
Setelah Netanyahu mengunjungi pasukan di perbatasan Gaza, Hanegbi mengatakan bentrokan yang lebih terbatas terjadi di sepanjang perbatasan Lebanon. Hal ini menunjukkan bahwa Hizbullah tetap "di bawah ambang eskalasi".
"Kami berharap Hizbullah tidak akan, secara de facto, menyebabkan penghancuran Lebanon, karena jika ada perang di sana, hasilnya tidak akan kurang parahnya," katanya dilansir Reuters. Ia mengacu pada ancaman lama Israel untuk melancarkan serangan berat ke negara tersebut dalam upaya untuk menghentikan peluncuran persenjataan rudal besar milik Hizbullah.
Baca Juga
Hanya beberapa hari sebelum serangan Hamas yang menewaskan sekitar 1.300 orang, Hanegbi telah mengatakan dalam wawancara media bahwa kelompok Islamis Palestina itu telah dicegah untuk menyerang Israel.
"Itu adalah sebuah kesalahan," katanya, menambahkan bahwa pihaknya telah salah dalam menilai situasi dan ancaman yang dihadapi oleh kelompok Hamas sebelum serangan besar-besaran yang dilakukan oleh Hamas.
Dalam kesempatan tersebut ia membantah laporan media yang menyebut bahwa Mesir telah memberikan peringatan kepada Israel, tetapi dia mengkonfirmasi bahwa ada informasi intelijen yang tidak biasa yang diterima oleh kepala Shin Bet sebelum serangan terjadi.
Hanegbi juga mengakui bahwa Kepala Lembaga Intelijen Dalam Negeri Shin Bet, Ronen Bar, mengadakan pertemuan terkait informasi intelijen pada pukul 4 pagi di hari yang sama ketika terjadi serangan oleh Hamas. Namun, dalam pertemuan tersebut, informasi tersebut tidak dianggap sebagai peringatan konkret atau peringatan yang jelas terkait dengan apa yang terjadi 2,5 jam kemudian, yaitu serangan benar-benar terjadi oleh Hamas.

