Terduga Dalang Pembunuh Tupac Shakur Mulai Hadiri Proses Peradilan
JAKARTA, Investortrust.id - Duane 'Keffe D' Davis, 60 tahun, ditangkap pekan lalu saat sedang berjalan di pagi hari di dekat kediamannya di Henderson, Nevada, Amerika Serikat, menyusul tuduhan menjadi dalang atas pembunuhan terhadap legenda Hiphop dan rap, serta aktivis Tupac Shakur di Las Vegas pada tahun 1996.
Pada Kamis (5/10/2023) waktu setempat, Davis dihadirkan di pengadilan dengan tangan terborgol, dan mengenakan seragam penjara berwarna biru tua.
Dalam satu kesempatan dalam pemeriksaan Davis mengaku bahwa dirinya adalah anggota gangster. Sejatinya ia dijadwalkan untuk dihadapkan pada Hakim pada Rabu (4/10/2023), tetapi persidangan tersebut dibatalkan setelah Davis meminta Hakim Distrik Tierra Jones untuk menunda persidangan karena ia harus mencari penasihat hukum di Las Vegas. Hakim Jones menjadwalkan ulang persidangan pada tanggal 19 Oktober.
Beberapa jam setelah penangkapannya pada hari Jumat 29 September 2023 lalu, sebuah dakwaan dari grand jury diungkapkan di Pengadilan DistrikClark yang menuduhnya melakukan pembunuhan.
Baca Juga
Setelah Hampir 30 Tahun, Pembunuh Legenda Rap Tupac Shakur Terungkap
Grand jury di pengadilan adalah sebuah badan hukum yang terdiri dari sekelompok warga biasa yang memiliki tugas untuk melakukan penyelidikan awal dalam kasus-kasus pidana. Mereka bertugas untuk menentukan apakah ada cukup bukti yang kuat untuk mendakwa seseorang atas tindak pidana yang dituduhkan.
Para anggota grand jury juga memutuskan untuk menambahkan hukuman karena pasal penggunaan senjata mematikan dan dugaan keterlibatan dengan kelompok gangster. Jika Davis dinyatakan bersalah, hukuman penjaranya bisa bertambah beberapa dekade.
Seorang pengacara berbasis di Los Angeles, Edi Faalkepada Associated Press mengatakan, dia adalah pengacara pribadi Davis yang sudah lama dan sedang membantu dia mencari pengacara di Nevada.
"Saya telah bekerja dengannya selama lebih dari dua dekade," kata Faal. "Tetapi pada saat ini, saya tidak punya komentar," tuturnya dilansir LBC.co.uk.
Davis sendiri menolak permintaan Associated Press untuk wawancara. Ia saat ini ditahan di penjaratanpa jaminan.
Dugaan Dalang Pembunuhan Terungkap dari Memoar
Davis telah lama menjadi tersangka dalam kasus ini dan secara terbuka mengakui perannya dalam pembunuhan tersebut dalam sebuah wawancara sebelumbuku memoarnya terbit di tahun 2019. Bukunya berjudul "Compton Street Legend".
"Ada satu hal yang pasti dalam kehidupan gangster," tulisnya. "Anda sudah tahu bahwa hal-hal yang Anda lakukan akan kembali (menjadi konsekuensidi masa depan, red). Anda tidak pernah tahu bagaimana atau kapan, tetapi saya tak pernah ragu, bahwa itu akan datang."
Komentar Davis ini menghidupkan kembali penyelidikan polisi yang mengarah pada dakwaan tersebut. Pada pertengahan Juli lalu, polisi Las Vegas melakukan razia di rumah Davis, membuka perhatian pada salah satu misteri pembunuhan di industri musik hip-hop.
Jaksa menduga bahwa pembunuhan Shakur berakar dari rivalitas dan persaingan dalam genre musik yang saat itu dikenal sebagai "gangsta rap".
Ini melibatkan kelompok geng Blood dari East Coast dari yang terafiliasi dengan mogul musik rap saat itu Marion "Suge" Knight. Kelompok Suge bersaing dengan kelompok geng Crips dari West Coast, yang menurut pernyataan Davis, dipimpin olehnya dari Compton, California.
Pembunuh Shakur Bukan Davis?
Diberitakan, telah terjadi keributan di Las Vegas pada malam 7 September 1996 yang melibatkan Shakur dan keponakan Davis, Orlando "Baby Lane" Anderson, di hotel-kasino MGM Grand. Saat itu di MGM Grand telah berlangsung pertandingan tinju kelas berat yang dimenangkan oleh Mike Tyson.
Knight dan Shakur pergi ke pertandingan tersebut, begitu juga anggota South Side Crips, kata jaksa Marc DiGiacomo pekan lalu di pengadilan. "Dan (Knight) membawa rombongannya, yang melibatkan anggota geng Mob Piru."
Pasca keributan di kasinoMGM, Knight mengemudikan BMW dengan Shakur di kursi penumpang depan. Mobil itu berhenti di lampu merah dekat Las Vegas Strip ketika sebuah Cadillac putih mendekati dari sisi penumpang dan tembakan terjadi.
Tertembak beberapa kali, Shakur meninggal sepekan kemudian di usia 25 tahun. Sementar itu Knight hanya terluka akibat pecahan peluru.
Terkait posisi Davis saat kejadian hampir tiga dekade silam tersebut, mengatakan berada di kursi penumpang depan Cadillac dan memberikan sebuah pistol kaliber40 kepada keponakannya di kursi belakang. Tembakan berasal dari kursi tempat keponakannya duduk.
Kendati pengakuannya ini mengandung dugaan bahwa pembunuh sebenarnya bukanlah Davis, namun di Nevada, seseorang dapat dihukum atas pembunuhan jika membantu orang lain melakukan kejahatan tersebut.

