Coba Bangkitkan Sektor Properti, China Pangkas Suku Bunga Acuan Hipotek Terbesar dalam Sejarah
JAKARTA, Investortrust.id - China mengumumkan kebijakan baru pemerintahnya yang memangkas suku bunga acuan hipotek atau suku bunga acuan untuk properti, yang tercatat sebagai yang terbesar sepanjang sejarah. Langkah ini dilakukan pemerintah China untuk mendukung pasar properti yang tengah mengalami pelemahan, sekaligus mendorong perekonomian.
Bank Sentral melakukan pemangkasan 25 basis poin terhadap tingkat suku bunga dasar pinjaman (loan prime rate/LPR) tenor lima tahun. Besaran pemangkasan suku bunga acuan hipotek tersebut juga di luar proyeksi para analis. Suku bunga acuan hipotek diperkenalkan pada tahun 2019.
"Ini adalah sinyal terbesar. Dengan kata lain, siklus pemangkasan suku bunga terbesar dalam sejarah telah dimulai," kata Yan Yuejin, analis di Institut Riset dan Pengembangan E-House China. Pemangkasan ini akan langsung berdampak pada sektor properti dengan menurunkan biaya hipotek, katanya dilansir Channelnewsasia.com, Selasa (20/2/2024).
Tingkat suku bunga dasar pinjaman tenor lima tahun (LPR) turun 25 basis poin menjadi 3,95% dari sebelumnya 4,20%. Sementara LPR tenor satu tahun tetap di angka 3,45%.
Baca Juga
Sebagian besar pinjaman baru dan yang belum lunas di China merupakan LPR satu tahun. Namun yang memengaruhi penetapan harga hipotek adalah LPR untuk tenor lima tahun.
Dalam jajak pendapat Reuters terhadap 27 pengamat pasar yang dilakukan pekan ini, 25 dari mereka memperkirakan penurunan terhadap LPR lima tahun. Namun mereka memproyeksikan pemangkasan hanya berkisar antara 5 hingga 15 basis poin.
Terakhir kali China memangkas LPR tenor lima tahun terjadi pada Juni 2023, sebesar 10 basis poin.
Beijing telah meningkatkan upaya untuk menyelamatkan sektor properti yang tengah mengalami guncangan. Sayangnya langkah-langkah penyelamatan dilakukan secara terputus-putus, sehingga tak mampu membantu secara signifikan bagi sektor yang berkontribusi seperempat dari ekonomi dan pasar saham domestik.
Harga rumah baru misalnya, mengalami penurunan terburuk dalam sembilan tahun pada tahun 2023, sementara pasar saham terpuruk setelah mencapai level terendah lima tahun.

